Dukung Ketahanan Pascabencana, SBI Hadirkan Akses Air Bersih bagi 9.000 Warga Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG – Akses air bersih masih menjadi kebutuhan mendesak bagi ribuan warga di sejumlah wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Serikat Pekerja Semen Andalas (SPSA) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh meresmikan dua fasilitas air bersih berupa sumur bor di Masjid Nurut Taqwa, Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Miftahul Jannah, Kecamatan Manyak Payed, Kamis (2/7/2026).

Dua fasilitas tersebut diperkirakan akan melayani sekitar 9.000 jiwa. Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, bersama Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Ir. Muhammad Zein, serta Penyelidik Bumi Ahli Muda Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Aceh, Zacky Damanhuri, S.T. Acara tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat setempat.

Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup dilakukan melalui bantuan tanggap darurat, tetapi juga dengan menghadirkan fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Bagi masyarakat yang terdampak bencana, akses terhadap air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi menjadi bagian penting dari proses untuk kembali bangkit.

Baca juga:  Kapal Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Bawa 2 Juta Barel Minyak ke Cilacap

Melalui penyediaan sumur bor ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaatnya dalam jangka panjang. Kami juga meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun daerah yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” ujar Rizki.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinas ESDM Provinsi Aceh, Zacky Damanhuri menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Solusi Bangun Indonesia dan SPSA dalam mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

“Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kehadiran fasilitas air bersih ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Kami mengapresiasi komitmen Solusi Bangun Indonesia dan SPSA yang terus hadir mendukung berbagai program kemanusiaan di Aceh,” kata Zacky.

Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Tamiang, Muhammad Zein, juga mengapresiasi bantuan yang diberikan Solusi Bangun Indonesia dan SPSA kepada masyarakat terdampak bencana.

“Fasilitas ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tidak hanya memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung aktivitas ibadah, tetapi juga menjadi infrastruktur penting yang memperkuat ketahanan masyarakat apabila menghadapi kondisi serupa di masa mendatang,” ujarnya.

Baca juga:  Telkom University dan NUS Perkuat Ekosistem Talenta Digital dan Inovasi Global

Sebelum pengeboran dilakukan, Dinas ESDM Provinsi Aceh melaksanakan survei hidrogeologi untuk menentukan titik dengan potensi air tanah terbaik. Berdasarkan hasil kajian, kedua lokasi dinilai memiliki akuifer yang memadai.

Pengeboran dilakukan hingga kedalaman sekitar 120 meter dan dilengkapi dengan casing sumur, pompa air, sistem filtrasi, menara tandon (tower toren), serta jaringan perpipaan. Seluruh proses pembangunan diselesaikan dalam waktu hampir dua bulan.

Penyediaan sumur bor ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Solusi Bangun Indonesia dalam mendukung pemulihan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.

Sebelumnya, perusahaan juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan, mendukung penanganan darurat, serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk memperkuat infrastruktur dasar bagi masyarakat terdampak.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Solusi Bangun Indonesia berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar yang layak sehingga dapat membangun kehidupan yang lebih sehat, tangguh, dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.[]

Berita Populer

Berita Terkait