UIN Ar-Raniry Buka Kelas Bahasa Turki, Perluas Peluang Studi Mahasiswa ke Turki

BANDA ACEH – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh membuka kelas Bahasa Turki bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas akses studi dan kerja sama akademik dengan perguruan tinggi di Turki.

Pelatihan yang diselenggarakan UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry itu diikuti 14 mahasiswa jenjang sarjana (S1) dan magister (S2). Kegiatan berlangsung selama 20 pertemuan setiap Senin dan Selasa, mulai 6 Juli hingga 15 September 2026.

Kelas Bahasa Turki diasuh Rahmat Ashari BA MA, alumnus Istanbul 29 Mayıs University yang memiliki pengalaman akademik selama 12 tahun di Turki.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan pembukaan kelas tersebut merupakan tindak lanjut dari perluasan kerja sama internasional yang dibangun kampus dengan sejumlah perguruan tinggi di Turki.

“Internasionalisasi tidak cukup diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Mahasiswa juga harus disiapkan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk mengikuti pertukaran pelajar, studi lanjut, riset, maupun membangun jejaring akademik di tingkat global. Penguasaan bahasa menjadi salah satu kunci utama,” kata Mujiburrahman.

Menurut dia, UIN Ar-Raniry akan terus mengembangkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, antara lain pelatihan bahasa, mobilitas akademik, penelitian kolaboratif, summer school, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa UIN Ar-Raniry memiliki daya saing global tanpa meninggalkan identitas keislaman dan keindonesiaannya. Turki menjadi salah satu mitra strategis yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan tradisi keilmuan dengan dunia Islam,” ujarnya.

Baca juga:  USK Lepas 2.124 Mahasiswa KKN, Perkuat Kapasitas Kebencanaan di Wilayah Pascabencana

Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, T Murdani PhD mengatakan pelatihan Bahasa Turki merupakan salah satu upaya untuk mempersiapkan para calon alumni UIN Ar-Raniry yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan maupun berkarier di Turki.

“Penguasaan bahasa menjadi bekal penting bagi alumni nantinya agar memiliki kemampuan beradaptasi dengan lingkungan akademik, sosial, dan profesional di negara tersebut,” katanya.

Menurut Murdani, pembukaan kelas Bahasa Turki merupakan bagian dari tindak lanjut perluasan jejaring internasional UIN Ar-Raniry dengan berbagai institusi pendidikan di Turki.

Murdani berharap kelas Bahasa Turki dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk memanfaatkan peluang beasiswa, pertukaran akademik, studi lanjut, maupun berkarier atau bekerja di Turki.

Baca juga:  Sekda Aceh Tekankan Sinergi Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Ekonomi

“Melalui kelas ini, kami ingin mahasiswa memiliki kesiapan sejak dini untuk bersaing di tingkat global. Bahasa merupakan salah satu modal utama untuk mengakses berbagai peluang internasional,” ujarnya.

Sejak 2025, UIN Ar-Raniry telah menjalin kemitraan dengan Istanbul University dan Istanbul Ticaret University. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, summer school, hingga program pas-doktoral.

Nota kesepahaman dengan kedua universitas itu ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg bersama pimpinan masing-masing universitas di Istanbul pada 14 dan 16 Oktober 2025.

Selain itu, kunjungan akademik Rektor UIN Ar-Raniry ke Turki juga menghasilkan penjajakan kerja sama dengan Marmara University. Pertemuan yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul tersebut membahas peluang kolaborasi di bidang mobilitas akademik, penelitian bersama, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam waktu dekat, UIN Ar-Raniry juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan Somuncu Baba Education, Culture and Social Aid Organization untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia. []

Berita Populer

Berita Terkait