SABANG – Universitas Syiah Kuala (USK) resmi meluncurkan inovasi teknologi tepat guna bertajuk Smart-ROSE (Reporting of Patient Safety Events) di UPTD Puskesmas Cot Ba’u, Kota Sabang. Inovasi tersebut dikembangkan untuk memperkuat sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.
Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Produk Teknologi Tepat Guna (PKMBP-TTG) yang dirancang sebagai solusi digital untuk mendukung pelaporan insiden keselamatan pasien secara lebih efektif, transparan, dan edukatif.
Implementasi Smart-ROSE diawali dengan kegiatan serah terima mahasiswa pengabdi sekaligus pemaparan program di Puskesmas Cot Ba’u pada Senin (6/7/2026). Program ini merupakan kolaborasi lintas fakultas di USK, yakni Fakultas Keperawatan dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bersama Dinas Kesehatan Kota Sabang.
Ketua Tim PKMBP-TTG USK, Ns. Rosa Galica Gita Gressia, S.Kep., M.Kep., mengatakan Smart-ROSE dikembangkan sebagai jawaban atas kebutuhan sistem pelaporan insiden keselamatan pasien yang lebih efisien dan mampu menjadi media pembelajaran bagi tenaga kesehatan.

“Smart-ROSE kami hadirkan agar setiap laporan insiden dipandang sebagai kesempatan belajar untuk memperbaiki sistem, bukan sekadar mencari kesalahan individu. Dengan dukungan teknologi, proses pelaporan menjadi lebih cepat dan datanya dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang akurat bagi Puskesmas,” ujar Rosa.
Menurut Rosa, Puskesmas Cot Ba’u kini menjadi pionir dalam penerapan Sistem Pelaporan dan Pembelajaran Keselamatan Pasien (SP2KP) berbasis teknologi di tingkat pelayanan kesehatan primer. Ia berharap inovasi tersebut dapat menjadi contoh bagi puskesmas maupun fasilitas kesehatan lain dalam membangun budaya keselamatan pasien yang lebih kuat.
Dukungan terhadap implementasi Smart-ROSE juga datang dari Dinas Kesehatan Kota Sabang. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan Pengendalian Penyakit (KesMas dan P2P) Dinas Kesehatan Kota Sabang, dr. Prisillya Casandra Golda, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan puskesmas menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di sektor kesehatan.
“Penerapan Smart-ROSE sangat relevan dengan standar akreditasi puskesmas yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Sistem yang sistematis, terdokumentasi, dan terintegrasi adalah kunci untuk meningkatkan mutu layanan. Kami berharap inovasi ini mempercepat tindak lanjut atas setiap insiden yang terjadi,” kata Prisillya.
Selama pelaksanaan program, tim dosen yang terdiri atas Ns. Rosa Galica Gita Gressia, Ns. Aina Fitri, Ns. Andara Maurissa, dan Juwita, Ph.D., akan didampingi empat mahasiswa dari lintas disiplin ilmu. Mereka adalah Muhammad Hafidz dan Aulia Luthfi dari Program Studi Informatika, serta Mohd. Farrel Alharits dan Imam Al-Ghifari Hidayatullah dari Program Studi Ilmu Keperawatan.
Melalui penerapan Smart-ROSE, USK berharap transformasi digital di Puskesmas Cot Ba’u dapat meningkatkan kualitas sistem pelaporan keselamatan pasien sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di Kota Sabang. []



