Usai Menewaskan 5 Calon Manajer Kopdes, Latihan Militer Dihapus

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghapus program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setelah lima peserta meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

Kebijakan tersebut merupakan hasil evaluasi Kemhan menyusul meninggalnya lima calon manajer di tengah program pelatihan yang berlangsung selama 45 hari.

Sebagai pengganti, program tersebut resmi diubah menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kemampuan mengelola koperasi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan perubahan dilakukan sebagai tindak lanjut dari evaluasi bersama terhadap penyelenggaraan pelatihan.

“Sebagai tindak lanjut evaluasi bersama, Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, bukan Latsarmil lagi,” kata Rico, seperti dikutip Kompas.com, Senin (29/6/2026).

Rico menjelaskan, pelatihan selanjutnya akan difokuskan pada pembentukan disiplin, karakter, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta wawasan kebangsaan. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan pembekalan kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga:  Luhut: Dana Program MBG Berputar Rp120 Triliun, Petani dan UMKM Belum Banyak Menikmati

Kemhan juga mengurangi materi yang bersifat taktis dan teknis militer, termasuk menghapus latihan menembak dari kurikulum.

“Termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini. Intensitas kegiatan fisik juga dikurangi dan disesuaikan dengan latar belakang peserta sebagai warga sipil,” ujar Rico.

Sebelumnya, lima peserta calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil. Korban terakhir adalah Nola Dya Sari, yang meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan. Hingga Sabtu (27/6/2026), jumlah peserta yang meninggal tercatat mencapai lima orang.

Kemhan menjelaskan, Nola mulai mengeluhkan sesak napas disertai demam pada Jumat (26/6/2026) sore saat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti meninggalnya peserta tersebut.

“Saat ini hasil evaluasi medis terus didalami untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terkait kondisi yang dialami,” kata Ketut.

Baca juga:  Sekda Aceh Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I LAN RI

Menurut Kemhan, seluruh peserta, termasuk Nola, telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan dan dinyatakan memenuhi syarat. Namun, tim medis mencatat Nola memiliki kelebihan berat badan sebagai salah satu temuan dalam hasil pemeriksaan kesehatannya.

Meninggalnya Nola menambah daftar korban jiwa selama pelaksanaan Latsarmil. Sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung, Anisa Muyassaroh karena heat stroke, dan Novia Rahmadhani Sihotang akibat komplikasi penyakit tuberkulosis (TB). Sementara itu, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan juga lebih dahulu dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.

Bertambahnya jumlah korban memunculkan sorotan terhadap pelaksanaan Latsarmil bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, terutama terkait kesiapan kesehatan peserta, intensitas latihan, serta sistem pengawasan medis selama kegiatan berlangsung.

Kemhan menegaskan evaluasi terhadap seluruh aspek penyelenggaraan pelatihan masih terus dilakukan. Hasil evaluasi medis terhadap setiap kasus diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai faktor-faktor penyebab meninggalnya para peserta sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program serupa pada masa mendatang. []

Berita Populer

Berita Terkait