MAKKAH – Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji dan umrah di Tanah Suci, terdapat destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para jemaah yang ingin mengenal sejarah Islam lebih dekat.
Tempat tersebut adalahMuseum Haramain atau Pameran Arsitektur Dua Masjid Suci yang berada di kawasan Umm Al-Joud, Makkah.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah yang berkaitan dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mulai dari artefak kuno hingga Kiswah Ka’bah yang pernah digunakan.
Bagi jemaah yang ingin menambah wawasan selama berada di Arab Saudi, Museum Haramain menjadi salah satu tujuan wisata edukasi dan sejarah Islam yang menarik untuk dikunjungi.

Mengenal Museum Haramain di Makkah
Museum Haramain berlokasi tidak jauh dari pabrik Kiswah Ka’bah di kawasan Umm Al-Joud, antara Hudaibiyah dan Kota Makkah. Lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer dari Masjidil Haram.
Museum yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Fahd bin Abdul Aziz ini dikenal sebagai salah satu pusat dokumentasi sejarah Islam penting di Arab Saudi.
Pengunjung dapat mempelajari perjalanan panjang perkembangan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi melalui berbagai koleksi yang dipamerkan.
Menyimpan Sejarah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
Kompleks Museum Haramain terdiri dari dua ruang utama, yakni ruang koleksi Makkah dan ruang koleksi Madinah.
Kedua ruang tersebut menyimpan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan dua masjid suci umat Islam.
Koleksi yang dipamerkan meliputi model Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, artefak kuno, foto-foto langka kedua masjid suci, pelindung Hajar Aswad, hingga salinan Al-Qur’an Mushaf Utsman bin Affan.
Melalui koleksi tersebut, pengunjung dapat melihat perkembangan arsitektur dan sejarah dua kota suci dari masa ke masa.
Kiswah Ka’bah Jadi Koleksi Paling Menarik
Salah satu koleksi yang paling banyak menarik perhatian pengunjung adalah Kiswah atau kain penutup Ka’bah yang pernah digunakan.
Kiswah berwarna hitam tersebut dibuat dengan sulaman benang emas dan dihiasi ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Dari jarak dekat, pengunjung dapat melihat detail bordiran yang menunjukkan keindahan seni kaligrafi Islam sekaligus menjadi simbol kemuliaan Baitullah.
Koleksi ini menjadi salah satu daya tarik utama Museum Haramain karena memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menyaksikan langsung bagian penting dari sejarah Ka’bah.
Menyimpan Koleksi Bersejarah dari Masjid Nabawi
Selain menyimpan sejarah Masjidil Haram, museum ini juga menampilkan berbagai artefak yang berkaitan dengan Masjid Nabawi di Madinah.
Salah satu koleksi penting yang dipamerkan adalah pintu Masjid Nabawi yang berasal dari masa pemerintahan Raja Abdulaziz Al-Saud.
Pengunjung juga dapat melihat berbagai artefak yang pernah menjadi bagian dari pembangunan dan pengembangan Masjid Nabawi dari masa ke masa.
Museum ini turut menyimpan sejumlah sajadah yang digunakan imam Masjidil Haram dalam salat-salat khusus, seperti salat istisqa, salat gerhana, dan salat Id.
Bisa Melihat Artefak Sumur Zamzam yang Masih Tersimpan
Museum Haramain juga menyimpan koleksi perlengkapan Sumur Zamzam yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Koleksi tersebut mencakup bagian mulut sumur lengkap dengan cincin pelindung, penutup, serta sistem katrol yang dahulu digunakan untuk menimba air Zamzam.
Berdasarkan keterangan yang tertera pada papan informasi museum, artefak tersebut berasal dari akhir abad ke-14 Hijriah.
Selain itu, terdapat pula ember tembaga yang pernah digunakan di Sumur Zamzam dan bertarikh 1299 Hijriah atau 1881 Masehi.
Jam Operasional dan Tiket Masuk Museum Haramain
Bagi jemaah yang ingin berkunjung, Museum Haramain buka setiap Sabtu hingga Kamis mulai pukul 08.00 hingga 20.30 Waktu Arab Saudi.
Museum akan tutup sementara saat waktu salat berlangsung.
Menariknya, seluruh koleksi yang dipamerkan dapat dinikmati tanpa biaya masuk.
Dengan demikian, Museum Haramain menjadi salah satu destinasi wisata sejarah gratis di Makkah yang menawarkan kesempatan bagi jemaah untuk memahami perjalanan panjang Masjidil Haram, Masjid Nabawi, serta perkembangan peradaban Islam di dua kota suci.[]



