Wartawan Senior Bongkar Dugaan Ketum Partai Terlibat Penyadapan Presiden, Dikenal Dekat dengan Solo

JAKARTA — Kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Kali ini, wartawan senior Setiyardi Budiono mengungkap informasi yang menyebut adanya dugaan keterlibatan seorang ketua umum partai politik dalam rangkaian peristiwa tersebut.

Setiyardi mengaku memperoleh informasi dari sejumlah narasumber yang disebutnya kredibel. Informasi itu berkaitan dengan pertemuan antara seorang ketua umum partai politik dan sejumlah jenderal yang belakangan dikabarkan ditangkap dalam perkara dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Menurut Setiyardi, pertemuan tersebut berlangsung di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, sekitar tiga jam sebelum penangkapan para jenderal tersebut.

“Kawan-kawan, ini ada perkembangan baru dalam soal konspirasi penyadapan Presiden Prabowo. Saya mendapatkan informasi valid dari beberapa narasumber bahwa ada seorang ketua umum partai terlibat dalam kasus penyadapan kepada Presiden Prabowo,” ungkap Setiyardi melalui kanal YouTube Obor Rakyat Reborn, Kamis (5/11/2026).

Ia menyebutkan, pertemuan tersebut dihadiri belasan jenderal yang melakukan rapat koordinasi bersama ketua umum partai politik dimaksud.

Setiyardi juga mengklaim bahwa pertemuan serupa bukan kali pertama dilakukan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, rapat koordinasi tersebut disebut kerap berlangsung dan ketua umum partai itu beberapa kali hadir.

Baca juga:  Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

“Fakta yang diterima pada malam penangkapan para jenderal yang melakukan penyadapan, beberapa saat sebelumnya, sekitar tiga jam sebelumnya, sang ketua umum partai ini melakukan rapat koordinasi dengan para jenderal yang akhirnya ditangkap,” katanya.

Ia menambahkan, penyidik Mabes Polri disebut telah mengetahui keberadaan dan aktivitas pertemuan tersebut.

Meski mengaku mengetahui identitas ketua umum partai yang dimaksud, Setiyardi memilih tidak mengungkapkan namanya kepada publik. Ia beralasan tidak ingin mengganggu proses penyidikan dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polri maupun pemerintah untuk menyampaikan perkembangan perkara tersebut.

Namun, Setiyardi memberikan sejumlah petunjuk yang menurutnya dapat mengarahkan publik untuk menduga sosok ketua umum partai politik tersebut.

“Pertama, ketua umum partai ini dikenal sangat dekat dengan Solo. Sangat dekat, agak norak. Yang kedua, ketua umum partai ini hidupnya penuh dengan kontroversi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menarik perhatian karena menyinggung dugaan keterlibatan elite politik dalam perkara yang berkaitan dengan keamanan Presiden. Meski demikian, informasi mengenai pertemuan dan dugaan keterlibatan ketua umum partai tersebut masih merupakan klaim Setiyardi yang perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Baca juga:  Polri Ungkap TPPO Modus Perekrutan WNI Jadi Tentara Bayaran di Rusia, Lima Laporan Polisi Ditangani

Jika informasi tersebut benar, penyidik perlu menelusuri lebih lanjut pihak-pihak yang hadir, agenda pertemuan, serta kemungkinan kaitannya dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo.

Penelusuran tersebut juga penting untuk memastikan apakah ada pihak lain di luar aparat yang diduga terlibat, termasuk kemungkinan adanya hubungan antara oknum aparat dan kekuatan politik.

Publik pun menantikan penjelasan menyeluruh mengenai pihak yang merencanakan, melaksanakan, serta kemungkinan memerintahkan atau mendukung aksi penyadapan tersebut.

Di akhir keterangannya, Setiyardi mengajak masyarakat mendoakan keselamatan Presiden Prabowo agar senantiasa sehat dan dapat menjalankan tugas memimpin negara.

“Kita berdoa agar Pak Presiden kita, Pak Prabowo selalu sehat dalam memimpin negara ini, dilindungi Allah, Tuhan yang menguasai langit dan bumi,” tuturnya.

Setiyardi juga menyampaikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan Jakarta. Ia berharap seluruh personel tetap sehat, bersemangat, serta menjalankan tugas secara profesional dan loyal kepada negara dan konstitusi.[]

Berita Populer

Berita Terkait