USK Jadi Tuan Rumah Diskusi Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Aceh

BANDA ACEH – Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh melalui penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Agama RI Bidang Hukum dan HAM, Dr. H. Faisal Ali Hasyim, S.E., M.Si., dalam Diskusi Publik Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh yang digelar Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Aceh di Event Hall AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

Faisal Ali mengatakan Menteri Agama memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pemulihan dampak banjir di Aceh. Menurutnya, Kementerian Agama akan terus mengakselerasi langkah-langkah rehabilitasi dengan target pemulihan dapat berjalan secara maksimal hingga September mendatang.

“Kita akan terus kebut proses pemulihan ini. Insya Allah hingga September nanti kita targetkan capaian pemulihan dapat berlangsung secara maksimal,” ujarnya.

Baca juga:  Kak Na Berbagi Seragam di Sekolah Darurat Pantan Nangka

Ia juga meminta seluruh pihak yang memiliki data kerusakan di lingkungan Kementerian Agama untuk memastikan validitas data penerima bantuan agar tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat dalam proses pendataan. Selain itu, Faisal mengajak para rektor perguruan tinggi membantu mengidentifikasi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana agar dapat memperoleh perhatian dan dukungan yang diperlukan.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A., menyatakan komitmen kampus untuk membantu mahasiswa terdampak agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan tanpa hambatan. Dukungan tersebut meliputi pemberian beasiswa, layanan kesehatan, serta pelibatan tenaga medis dan sivitas akademika dalam pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Dalam forum tersebut, sebanyak 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh turut menyampaikan pandangan guna memperkuat percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., menekankan pentingnya menjadikan local wisdom sebagai bagian dari proses pemulihan agar pembangunan pascabencana tetap berpijak pada nilai, budaya, dan karakter masyarakat Aceh.

Baca juga:  Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Aceh

Diskusi dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, selaku Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera di Aceh. Kegiatan tersebut dihadiri 12 rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se-Aceh, serta perwakilan berbagai kementerian dan lembaga.

Safrizal ZA menjelaskan, forum tersebut bertujuan menyatukan persepsi, mendiseminasikan perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus menghimpun masukan dari kalangan akademisi agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, Satgas PRR terus memantau perkembangan pemulihan melalui 13 indikator, meliputi penyelenggaraan pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas jalan dan jembatan, pemulihan ekonomi, rumah ibadah, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penanganan masyarakat terdampak bencana.[]

Berita Populer

Berita Terkait