Kegiatan bertema “Mencetak Jurnalis Muda di Era Digital” tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan paguyuban di Kabupaten Aceh Besar.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai dunia jurnalistik, keterampilan menulis berita, serta kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua PB IPAR Aceh Besar, Fata Muhammad, S.Pd., M.M., mengatakan media online memiliki peran penting dalam memperkenalkan kegiatan organisasi kepada masyarakat. Selain menjadi sarana publikasi, dunia media juga membuka peluang karier bagi generasi muda.
Menurut Fata, generasi muda perlu mengenal ekosistem media dan memahami berbagai peluang yang tersedia, tidak hanya sebagai wartawan, tetapi juga dalam bidang lain yang mendukung industri media.
Sementara itu, pimpinan perusahaan media Beritamerdeka.net, H. Tarmilin Usman, S.E., M.Si., yang hadir sebagai pemateri, mengingatkan peserta agar memahami aturan dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).
Ia menegaskan, menjadi jurnalis tidak sekadar mampu menulis, tetapi juga harus memiliki integritas, objektivitas, independensi, dan tanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan kepada publik.
Menurut Tarmilin, setiap berita harus disusun berdasarkan fakta, didukung sumber yang jelas, serta melalui proses verifikasi. Wartawan juga tidak boleh mencampurkan opini atau sentimen pribadi ke dalam produk jurnalistik.
Pandangan tersebut sejalan dengan pembahasan mengenai tantangan jurnalis di era digital. Dalam artikel Konvergensi Media, Tantangan atau Ancaman bagi Jurnalis? yang diterbitkan 14 April 2026, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kecepatan penyampaian informasi dan ketepatan berita melalui proses verifikasi.
Tarmilin juga mendorong generasi muda untuk berani menyampaikan kebenaran dan terus mengasah kemampuan jurnalistik. Menurutnya, minat dan kemauan belajar menjadi modal penting untuk memasuki dunia pers secara profesional.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para peserta untuk mengenal praktik jurnalistik secara lebih dekat, sekaligus membangun kesadaran tentang pentingnya informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kolaborasi SMSI Aceh Besar dan PB IPAR, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan media digital.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang edukatif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. []


