Rekam Jejak dan Pengalaman Jadi Modal Nurdiansyah Alasta Pimpin Demokrat Aceh

BANDA ACEH – Penentuan nahkoda baru DPD Partai Demokrat Aceh harus berpijak pada loyalitas yang kokoh, kapasitas kepemimpinan yang teruji, serta kontribusi nyata dalam membesarkan partai.

Dinamika politik sesaat, menurut pengamat, tidak boleh mengaburkan rekam jejak kader yang telah berjuang membangun organisasi di lapangan.

Pandangan tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Direktur E-Trust, Dr. Nasrul Zaman. Menurutnya, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes., yang merupakan anggota DPRA sekaligus pengurus DPD Partai Demokrat Aceh, memiliki portofolio politik yang kuat dan layak dipertimbangkan untuk memimpin partai di masa mendatang.

“Partai politik yang besar dan matang akan semakin kuat apabila memberikan kepercayaan kepada kader yang terbukti bekerja membangun organisasi, memperluas komunikasi politik, dan menghadirkan kemenangan bagi partai,” ujar Nasrul Zaman dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026).

Baca juga:  USK Dominasi INFINITY 2026, Mahasiswa Boyong Tiga Gelar Bergengsi

Nasrul memaparkan sejumlah capaian strategis Partai Demokrat selama Nurdiansyah berkiprah di parlemen. Salah satu indikator keberhasilan yang dinilai paling menonjol adalah meningkatnya posisi tawar (bargaining position) Partai Demokrat di DPRA.

Hal itu ditandai dengan keberhasilan partai tersebut meraih kursi Ketua Komisi IV DPRA, posisi strategis yang sebelumnya didominasi partai lokal.

Selain itu, kepercayaan publik dan lintas fraksi, menurutnya, juga tercermin melalui penempatan kader Partai Demokrat untuk memimpin berbagai Panitia Khusus (Pansus) dan Panitia Kerja (Panja) yang menangani isu-isu strategis.

Di bidang kebijakan publik, Nurdiansyah disebut berperan dalam proses revisi Qanun Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Aceh. Salah satu hasilnya adalah masuknya nomenklatur Ekonomi Kreatif ke dalam Dinas Pariwisata sebagai bagian dari upaya mempercepat pengembangan ekonomi daerah.

Baca juga:  Persiraja Gelar Latihan Perdana 1 Agustus 2026

Lebih lanjut, Nasrul menilai keberhasilan Partai Demokrat mempertahankan kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh pada Pemilu 2024 juga tidak terlepas dari konsolidasi politik yang dibangun Nurdiansyah.

Menurutnya, hubungan komunikasi yang baik dengan tokoh-tokoh Partai Aceh serta jajaran pemerintahan menjadi salah satu faktor yang mendukung stabilitas dan eksistensi partai.

Nasrul berharap DPP Partai Demokrat, khususnya Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadikan dedikasi, kapasitas komunikasi lintas sektor, serta capaian nyata sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kepemimpinan Partai Demokrat Aceh.

“Regenerasi kepemimpinan Demokrat Aceh akan kokoh jika dibangun di atas fondasi rekam jejak nyata, bukan kompromi sesaat. Nurdiansyah Alasta adalah aset strategis yang sudah membuktikan pengabdiannya,” pungkas Nasrul.[]

Berita Populer

Berita Terkait