BANDA ACEH – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Banda Aceh menggelar seminar dan praktik klinis guna meningkatkan kapasitas serta kompetensi bidan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan bertema “Penerapan Gentle Birth” tersebut berlangsung di Aula Hotel Rasamala, Sabtu (4/7/2026), dan dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh. Seminar juga menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) serta dokter spesialis anak (Sp.A.) sebagai narasumber.
Puluhan bidan dari berbagai kabupaten/kota di Aceh mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari rumah sakit, puskesmas, hingga praktik mandiri.
Dalam sambutannya, Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, S.T., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para bidan sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ia menegaskan pentingnya peran bidan dalam memberikan asuhan persalinan normal, sekaligus berharap tindakan persalinan melalui operasi sesar (sectio caesarea/SC) dilakukan hanya berdasarkan indikasi medis.

“Saya juga dulu lahir dibantu bidan, lahir di rumah. Kalau memang tidak perlu di-SC, jangan disayat perut ibu-ibu itu. Ini merupakan profesi yang luar biasa, mulia sekali,” ujar Irwansyah.
Sesi utama seminar menghadirkan dr. Rizka Aditya, Sp.OG, yang memaparkan materi mengenai sinergi antara dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan bidan dalam penerapan prinsip gentle birth pada asuhan persalinan normal.
Dalam pemaparannya, dr. Rizka menjelaskan pentingnya kolaborasi antara dokter dan bidan dalam tata laksana persalinan. Ia juga mengulas penerapan gentle birth sebagai upaya menekan angka kesakitan ibu melahirkan, sekaligus mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kebidanan holistik melalui senam hamil, yoga, serta berbagai pendekatan lain yang mendukung proses persalinan lebih nyaman, minim trauma, dan meningkatkan kesiapan ibu maupun keluarga.
Menurutnya, sinergi antara bidan dan dokter Sp.OG harus berjalan harmonis. Bidan merupakan tenaga kesehatan yang pertama kali mendampingi ibu hamil, sehingga ketepatan penilaian klinis dan kemampuan mendeteksi faktor risiko sangat menentukan keberhasilan persalinan serta keselamatan ibu dan bayi.
Sementara itu, Ketua IBI Cabang Banda Aceh, Bdn. Safnita Hamzah, SST., M.Kes., menyampaikan materi bertajuk “Kewenangan Klinis dan Kompetensi Bidan Mengawal serta Memotivasi Persalinan Normal Gentle Birth Sesuai Standar Profesi.”
Safnita menegaskan IBI berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kompetensi anggotanya agar semakin profesional serta adaptif terhadap perkembangan ilmu kebidanan.
“Saya berharap salah satu bidan dari Aceh dapat mendunia dengan keilmuan klinisnya dan berkesempatan mengikuti International Confederation of Midwives,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, dr. Isra Firmansyah, Sp.A., memaparkan materi bertajuk “Golden Minute and Beyond: Pengenalan Tanda Fisiologis dan Penatalaksanaan Bayi Baru Lahir untuk Bidan di Fasyankes Primer.”
Dalam presentasinya, dr. Isra menjelaskan bahwa satu menit pertama kehidupan bayi setelah lahir atau yang dikenal sebagai Golden Minute merupakan fase yang sangat krusial. Tindakan yang dilakukan bidan dalam 30 detik pertama dapat menentukan keselamatan jiwa sekaligus memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak di masa mendatang.
Materi tersebut mencakup evaluasi cepat pada Golden Minute, langkah awal pertolongan bayi baru lahir, pengenalan tanda-tanda fisiologis normal maupun patologis, hingga penatalaksanaan lanjutan setelah kondisi bayi stabil.
Menurut dr. Isra, fasilitas pelayanan kesehatan primer merupakan tempat pertama bayi memulai kehidupannya. Oleh karena itu, setiap bidan harus menguasai kompetensi resusitasi dan penatalaksanaan bayi baru lahir secara tepat, cepat, dan tenang.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan penanganan, meski hanya dalam hitungan detik pada masa Golden Minute, dapat berdampak fatal terhadap kondisi otak bayi.
“Mungkin saja salah satu bayi yang kita tolong nanti adalah calon pemimpin di masa depan,” katanya.
Seminar ditutup dengan sesi diskusi interaktif, foto bersama, serta penyerahan plakat penghargaan dari Pengurus IBI Cabang Banda Aceh kepada Ketua DPRK Banda Aceh, narasumber dokter spesialis obstetri dan ginekologi, serta dokter spesialis anak sebagai bentuk apresiasi atas dukungan mereka dalam memperkuat pelayanan kebidanan di Aceh. []



