BANDA ACEH– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus berkomitmen mendorong peningkatan mutu, keamanan, dan daya saing produk pangan olahan melalui kegiatan pendampingan sertifikasi Nomor Izin Edar (NIE) dan audit Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP-CPPOB) pada Jumat (19/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini digelar pada sejumlah pelaku usaha pangan di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, Muhibuddin, bersama Tim Sertifikasi BBPOM Aceh ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan agar mampu memenuhi standar keamanan pangan, memperoleh legalitas produk, serta meningkatkan daya saing di pasar yang lebih luas.
Pada kegiatan tersebut, Tim Sertifikasi BBPOM Aceh melakukan pendampingan sertifikasi dalam rangka memperoleh Nomor Izin Edar BPOM kepada UMKM Bumbu Masak Higozi di Gampong Ulee Tanoh, Kabupaten Aceh Utara yang dikelola oleh Fazlina.
Pendampingan serupa juga dilakukan pada UMKM Frozen Food Nugget Ikan Gembung Sari Bumoe di Blang Teue, Kota Lhokseumawe yang dihadiri oleh Zulkarnain, serta pada sarana Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan usaha minuman berkarbonasi/limun CV. Bunga Padi di Meunasah Reuleut, Kabupaten Bireuen yang dikelola oleh Marwan.
Selain memberikan pendampingan sertifikasi, Tim BBPOM Aceh juga melaksanakan audit Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP-CPPOB) pada sarana Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Wendys di Kuta Blang, Kota Lhokseumawe. Audit tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa proses produksi telah memenuhi persyaratan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sehingga produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak dikonsumsi masyarakat.
Ketua Tim Sertifikasi BBPOM Aceh, Muhibuddin, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pemenuhan dokumen administrasi, tetapi juga membantu pelaku usaha memahami aspek teknis yang menjadi persyaratan utama dalam memperoleh izin edar.
“Pendampingan ini kami fokuskan pada penyusunan denah ruang produksi yang sesuai standar keamanan pangan. Tata letak ruang produksi yang baik sangat penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang antara bahan baku, proses produksi, dan produk jadi, sehingga dapat dihasilkan pangan yang aman, bermutu, dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh izin edar BPOM,” ujar Muhibuddin.
Lebih lanjut, Muhibuddin menjelaskan bahwa para pelaku usaha juga diberikan pembinaan terkait penyusunan dokumen manual mutu, penerapan sanitasi dan higiene, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) sebagai fondasi dalam menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas.
Pendampingan yang diberikan BBPOM Aceh mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Pemilik UMKM Bumbu Masak Higozi, Fazlina, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru terkait standar produksi pangan yang harus dipenuhi sebelum memperoleh izin edar.
“Dengan adanya pendampingan ini, kami menjadi lebih memahami bagaimana menyusun denah ruang produksi yang sesuai standar keamanan pangan. Ternyata proses pemenuhannya tidak sesulit yang kami bayangkan karena mendapat arahan dan bimbingan langsung dari BBPOM Aceh. Pendampingan ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan usaha agar lebih siap memperoleh izin edar,” ungkap Fazlina.
Kegiatan pendampingan dan audit ini merupakan salah satu bentuk komitmen BBPOM Aceh dalam memperkuat ekosistem pangan yang aman sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM pangan yang berdaya saing. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memenuhi ketentuan regulasi, dan memperluas akses pasar baik di tingkat regional maupun nasional.
BBPOM Aceh berharap semakin banyak pelaku usaha pangan di Aceh yang berhasil memperoleh Nomor Izin Edar BPOM dan menerapkan standar produksi yang baik. Dengan demikian, produk pangan lokal Aceh tidak hanya mampu memberikan jaminan keamanan bagi konsumen, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih tinggi untuk menembus pasar nasional bahkan pasar internasional. []


