Kemenag Salurkan Rp11,628 Miliar untuk Pemulihan 306 Masjid dan Mushala di Aceh

BANDA ACEH – Kementerian Agama (Kemenag) menyalurkan bantuan tahap II sebesar Rp11,628 miliar untuk pemulihan masjid dan mushala yang terdampak banjir dan longsor di Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 306 masjid dan mushala, dengan masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp38 juta.

Bantuan tahap II tersebut merupakan bagian dari total alokasi lebih dari Rp16 miliar yang disiapkan Kemenag untuk pemulihan rumah ibadah terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Abu Rokhmad, dan diterima langsung oleh Plt. Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Tamiang Salamina.

Penyerahan secara simbolis tersebut berlangsung saat Abu Rokhmad memberikan pembinaan kepada ASN di Aula Kanwil Kemenag Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026).

Bantuan tahap II sebesar Rp38 juta untuk masing-masing masjid dan mushala akan digunakan untuk rehabilitasi ringan serta pengadaan kebutuhan dan perlengkapan ibadah yang terdampak bencana. Dengan dukungan tersebut, rumah ibadah diharapkan dapat kembali berfungsi secara layak untuk kegiatan ibadah dan aktivitas keagamaan masyarakat.

Sebelumnya, pada tahap pertama, Kemenag telah menyalurkan bantuan sebesar Rp3,75 miliar kepada 85 masjid dan mushala terdampak bencana di Aceh.

Baca juga:  Ketua Forum Keuchik Lhoknga Temui Abdurahman Ahmad, Bahas Aspirasi dan Aceh Raya

Plt. Kabid Urais Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, mengatakan saat ini proses penyaluran bantuan tahap II sedang memasuki tahapan administrasi. Kanwil Kemenag Aceh tengah melakukan pendataan dan meminta rekening dari masing-masing masjid dan mushala calon penerima bantuan.

“Untuk tahap II saat ini kita sedang dalam proses meminta rekening masjid dan mushala calon penerima. Setelah data rekening lengkap, selanjutnya akan diproses untuk penerbitan SK penerima bantuan di Direktorat Jenderal Bimas Islam,” ujar Alfirdaus.

Menurutnya, setelah Surat Keputusan (SK) penerima bantuan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, bantuan akan disalurkan kepada masing-masing penerima sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kita berharap proses administrasi ini dapat segera diselesaikan sehingga bantuan bisa segera diterima oleh masjid dan mushala yang membutuhkan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memulihkan kembali fungsi rumah ibadah pascabencana,” tambahnya.

Sementara itu, Abu Rokhmad mengatakan, bantuan pemerintah untuk rumah ibadah terdampak bencana merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat. Namun, menurutnya, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali fasilitas yang rusak.

Baca juga:  Jembatan Lumut Aceh Tengah Rampung 100 Persen, Akses Warga Pulih Pascabencana

Ia menilai perlu ada perubahan mendasar dalam cara manusia memperlakukan alam agar bencana serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

“Seberapapun besar bantuan dan canggihnya teknologi yang diturunkan, tidak akan bisa menggantikan perubahan perilaku kita terhadap alam. Bantuan puluhan miliar itu tidak ada artinya jika kita tidak menghentikan kerusakan dan tidak mulai menjaga lingkungan dari hal-hal kecil,” tutur Abu Rokhmad.

Karena itu, Abu Rokhmad mendorong penguatan ekoteologi, yakni membangun kesadaran keagamaan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Menurutnya, nilai-nilai agama perlu terus dihadirkan dalam upaya menjaga lingkungan. Kepedulian terhadap alam tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk melalui peran rumah ibadah dan para tokoh agama.

Selain Aceh, bantuan tahap II juga dialokasikan untuk Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp4,864 miliar. Secara simbolis, bantuan diserahkan kepada BKM Masjid Nurul Yatama, Babalan, dan BKM Masjid Nurul Hikmah, Tanjung Pura, masing-masing sebesar Rp38 juta. []

Berita Populer

Berita Terkait