BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari, mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menyemarakkan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperbanyak zikir dan doa sebagai ikhtiar spiritual demi kemajuan bangsa.
Menurut Azhari, kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu merupakan anugerah besar yang harus disyukuri bersama. Salah satu bentuk rasa syukur tersebut dapat diwujudkan dengan memohon kepada Allah SWT agar Indonesia senantiasa diberi keamanan, persatuan, keberkahan, dan kemajuan di berbagai bidang.
“Memasuki Bulan Kemerdekaan, mari kita iringi semangat cinta tanah air dengan memperbanyak zikir dan doa. Semoga Allah Swt. senantiasa melimpahkan rahmat dan pertolongan-Nya kepada bangsa Indonesia sehingga menjadi negara yang semakin maju, damai, adil, dan sejahtera,” ujar Azhari dalam keterangannya, Jumat (31/7/2026).
Ia mengatakan bahwa doa memiliki kekuatan yang besar dalam membangun optimisme dan memperkokoh persatuan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mendoakan para pemimpin, aparat negara, serta seluruh rakyat Indonesia agar senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan, dan kemudahan dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Azhari juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Bulan Kemerdekaan sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak mulia.
“Kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Mari kita jadikan doa sebagai penguat ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia yang lebih baik untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tuturnya.
Sejalan dengan ajakan tersebut, Kemenag RI akan menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai rangkaian pembuka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk memanjatkan doa demi persatuan, kedamaian, dan kemajuan Indonesia.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengajak masyarakat khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan yang akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Salah satu rangkaian utamanya adalah Shalawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf serta para tokoh lintas agama di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026,” ujar Nasaruddin, Rabu (29/7).
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung pada pukul 17.00–21.30 WIB sebagai bagian dari ikhtiar menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Ayo hadir dan ajak keluarga, sahabat, serta orang-orang terdekat kita,” ujarnya.
Bagi masyarakat Aceh, Azhari mengajak untuk menyemarakkan Bulan Kemerdekaan dengan menggelar zikir dan doa di lingkungan masing-masing, baik di masjid, mushalla, madrasah, maupun di rumah bersama keluarga.
Sementara itu, masyarakat yang akan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas tidak perlu khawatir jika membutuhkan penanganan medis selama kegiatan berlangsung. Panitia menyiapkan layanan kesehatan lengkap sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh peserta dapat mengikuti acara dengan aman dan nyaman.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar mengatakan, penyediaan layanan kesehatan merupakan bagian dari persiapan yang terus dimatangkan menjelang pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan.
“Berdasarkan laporan terbaru, Baznas telah menyiapkan delapan unit ambulans serta 25 tenaga kesehatan yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga farmasi untuk memberikan layanan medis kepada jemaah apabila diperlukan,” ujar Thobib, Kamis (30/7).
Selain layanan kesehatan, peserta juga akan mendapatkan fasilitas pendukung dari Baznas berupa 100.000 botol air minum kemasan ukuran 600 mililiter dan 100.000 bungkus roti isi. Sebanyak 75 relawan kebersihan turut disiagakan untuk menjaga kebersihan kawasan Monas selama kegiatan berlangsung. []


