Jokowi Tanggapi Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet hingga Hubungan dengan Prabowo

JAKARTA – Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna sempat menjadi sorotan. Tak duduk berdampingan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto seperti biasanya, Gibran justru terlihat berada sejajar dengan jajaran menteri dan menteri koordinator.

Situasi tersebut kemudian memunculkan berbagai spekulasi, termasuk isu mengenai hubungan Prabowo dan Gibran. Menanggapi hal itu, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan dan merujuk pada aturan keprotokolan yang berlaku.

“Ya, secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada undang-undang keprotokolan juga jelas semuanya,” kata Jokowi kepada awak media di rumahnya, Jalan Kutai Utara Nomor 01, Sumber, Solo, Rabu (12/8/2026).

Forum kabinet tersebut diketahui digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7). Dalam formasi tempat duduk yang terlihat saat sidang, Gibran tidak berada di sisi Prabowo, melainkan duduk bersama jajaran menteri/menteri koordinator.

Baca juga:  Rayakan HUT ke-48 AHY, Nurdiansyah Alasta Daftar Calon Ketua Demokrat Aceh

Jokowi pun menegaskan bahwa posisi tersebut seharusnya dilihat berdasarkan ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Ya sudah, diikuti aja aturannya di situ, karena sudah jelas semuanya kok. Ya, coba dibaca aturannya,” ujarnya.

Mantan orang nomor satu di Indonesia itu juga memastikan posisi duduk dalam forum kabinet tersebut tidak berkaitan dengan kondisi hubungan Prabowo dan Gibran. Ia bahkan membantah adanya keretakan hubungan antara keduanya.

“Ya, baik-baik saja, nggak ada masalah,” ungkap Jokowi.

Ketika kembali ditanya mengenai kabar hubungan Prabowo dan Gibran yang disebut merenggang, Jokowi memberikan jawaban singkat.

“Baik-baik saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga telah memberikan penjelasan mengenai formasi tempat duduk dalam sidang kabinet tersebut. Menurutnya, penataan itu bukan berkaitan dengan persoalan politik ataupun hubungan antarpimpinan, melainkan kebutuhan teknis.

Baca juga:  Jokowi dan Gibran Disebut Diam-diam Mengintai Kapan Prabowo Terguling

Prasetyo menjelaskan Prabowo perlu berada di posisi tengah karena menggunakan teleprompter untuk menyampaikan sejumlah data mengenai capaian pemerintah.

“Di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter,” jelasnya.

Karena membutuhkan posisi yang sesuai dengan alat bantu tersebut, Prabowo ditempatkan di tengah. Sementara posisi Gibran yang berada di sebelah jajaran menteri, menurut Prasetyo, juga semata-mata berkaitan dengan kebutuhan teknis dalam pelaksanaan sidang kabinet.[]

Berita Populer

Berita Terkait