FIFA Ubah Tradisi Piala Dunia 2026, Semua Pemain Wajib Ikut Seremoni Lagu Kebangsaan

JAKARTA – FIFA kembali memperkenalkan perubahan menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Kali ini, perubahan tersebut menyentuh salah satu tradisi yang sudah lama melekat dalam pertandingan sepak bola internasional, yakni seremoni lagu kebangsaan sebelum laga dimulai.

Badan sepak bola dunia itu mengumumkan protokol baru untuk seremoni sebelum pertandingan. Seluruh pemain yang masuk daftar skuad pertandingan, termasuk pemain cadangan, kini diwajibkan ikut ambil bagian dalam momen lagu kebangsaan.

Idul Adha 1447 H

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari konsep seremoni baru yang dirancang FIFA untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pemain, penonton di stadion, maupun pemirsa televisi selama turnamen berlangsung.

Seluruh Skuad Akan Berkumpul di Lingkar Tengah

Selama ini, hanya sebelas pemain inti yang berdiri di lapangan saat lagu kebangsaan dimainkan sebelum kick-off. Para pemain biasanya berbaris menghadap area bangku cadangan bersama wasit dan tim lawan.

HARI LAHIR PANCASILA

Pada Piala Dunia 2026, format tersebut akan berubah. Pemain inti dan pemain cadangan dari kedua tim akan berkumpul bersama di sekitar lingkaran tengah lapangan.

Baca juga:  Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri

FIFA menyebut perubahan ini sebagai bagian utama dari inisiatif seremoni baru yang bertujuan menghadirkan pengalaman pertandingan yang lebih modern. Dengan format tersebut, seluruh anggota tim dapat terlibat dalam satu momen yang sama tanpa membedakan status pemain inti maupun cadangan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut melalui unggahan di media sosial.

“Seiring Piala Dunia FIFA terus berkembang, kami juga terus berinovasi dalam cara pertandingan dirasakan oleh para penonton. Seremoni sebelum pertandingan di Piala Dunia 2026 tidak akan berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran seluruh pemain dan wasit di lingkaran tengah saat lagu kebangsaan dimainkan akan menciptakan suasana persatuan, kebanggaan, dan emosi yang lebih kuat bagi tim maupun penonton di stadion.

FIFA Siapkan Pengalaman Stadion yang Lebih Meriah

Selain mengubah posisi pemain saat lagu kebangsaan, FIFA juga menyiapkan konsep seremoni baru yang mereka sebut sebagai pengalaman 360 derajat. Dalam konsep tersebut, berbagai elemen visual akan ditampilkan di seluruh area stadion.

“Piala Dunia adalah tentang setiap pemain dan setiap penggemar, dan seremoni baru sebelum pertandingan ini mencerminkan hal tersebut,” lanjut Infantino.

Baca juga:  ATR/BPN Serahkan 1.029 Sertipikat Tanah Wakaf kepada Badan Hukum Keagamaan

Menurut FIFA, bendera nasional berukuran besar akan dibentangkan secara bersamaan di sisi berbeda lapangan sebagai bagian dari koreografi baru tersebut. Meski demikian, prosedur standar pertandingan tetap dipertahankan.

Setelah lagu kebangsaan selesai dimainkan, para pemain inti tetap akan melakukan salam sebelum pertandingan dan kapten kedua tim tetap menjalani prosesi lempar koin seperti biasa.

Debut pada Laga Pembuka dan Akan Semakin Spektakuler

Panduan seremoni baru itu akan mulai diterapkan secara resmi pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Pertandingan tersebut mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan di Mexico City.

Penonton yang hadir pada fase grup akan langsung merasakan atmosfer baru yang telah dirancang FIFA. Namun, organisasi tersebut mengisyaratkan bahwa elemen hiburan akan semakin berkembang seiring bertambah pentingnya pertandingan.

FIFA mengonfirmasi bahwa pada fase-fase akhir turnamen, seremoni sebelum pertandingan akan mendapat tambahan efek visual lain. Asap berwarna dan pertunjukan piroteknik disebut berpotensi mulai digunakan ketika kompetisi memasuki babak gugur.[]

Sumber: Bola.net

Berita Populer

Berita Terkait