Buka MTQ di Kuta Baro, Kepala DSI Aceh Besar Ajak Semua Pihak Dukung Pembentukan Generasi Qurani

KOTA JANTHO – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Besar Rusdi SSos MSi, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan legislatif, untuk terus memberikan dukungan terhadap upaya pembentukan karakter generasi penerus melalui berbagai kegiatan keagamaan, salah satunya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Rusdi mengatakan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana penting dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat serta berakhlak mulia.

“Pembentukan karakter generasi penerus harus menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami berharap dukungan dari semua pihak, termasuk para legislatif, terus diberikan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MTQ yang terbukti menjadi wadah pembinaan generasi Qurani,” katanya, saat membuka MTQ Tingkat Kecamatan Kuta Baro Tahun 2026, di halaman Kantor Camat Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (12/6/2026) malam.

Menurut Rusdi, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama di era digital ini yakni dengan tingginya penggunaan teknologi dan telepon pintar yang berpotensi mengalihkan perhatian anak-anak dari kegiatan yang bernilai positif.

HARI LAHIR PANCASILA

“Kita melihat kecenderungan generasi saat ini yang semakin akrab dengan smartphone. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama agar anak-anak kita tidak terlena, tetapi tetap dekat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai agama,” ujarnya.

Baca juga:  Temui Prabowo, JK Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Energi Hijau

Ia menegaskan, MTQ harus mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kita, melalui MTQ ini lahir generasi Qurani yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Bahkan kita berharap akan lahir qari dan qariah terbaik yang nantinya mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional,” ungkap Rusdi.

Pada kesempatan itu, Rusdi juga mengapresiasi berbagai program penguatan syariat Islam yang telah berjalan di Aceh Besar, seperti program Beut Kitab Bak Sikula dan kegiatan pengajian kitab bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar maupun kantor kecamatan.

“Program-program seperti ini sangat penting untuk memperdalam pemahaman keagamaan dan memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Rusdi mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah ada dua kecamatan yang menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah MTQ ke-37 Tingkat Kabupaten Aceh Besar tahun 2026, yakni Kecamatan Kuta Baro dan Kecamatan Kota Jantho. Sementara pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

Sementara itu, Camat Kuta Baro, Zahrul Fuadi SE MM, mengatakan MTQ tingkat kecamatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Juni 2026, mengusung tema “Mewujudkan Generasi Qurani, Berprestasi, Maju dan Berakhlak Mulia dalam Bingkai Ahlisunnah wal Jama’ah.”

Baca juga:  Kemendikdasmen Ingatkan Sekolah: Jangan Ada Siswa Titipan di SPMB 2026

Menurutnya, tema tersebut menjadi landasan dalam upaya melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an, berprestasi, serta memiliki akhlak yang baik.

“Kami berharap MTQ ini dapat mengokohkan komitmen bersama dalam menjaga tradisi kecintaan terhadap Al-Qur’an serta melahirkan generasi yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan,” ujarnya.

MTQ Tingkat Kecamatan Kuta Baro Tahun 2026 tersebut, diikuti oleh 52 peserta terbaik dari lima mukim di wilayah Kecamatan Kuta Baro yang telah melalui proses seleksi di tingkat gampong.

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi Tilawah Tartil, Tilawah Al-Qur’an tingkat anak-anak, remaja dan dewasa, serta Syarhil Qur’an. Kegiatan tersebut terselenggara berkat dukungan masyarakat, para keuchik, donatur, sponsor, serta Pemerintah Kecamatan Kuta Baro.

Pembukaan MTQ tersebut turut dihadiri oleh Danlanud SIM Kolonel Pnb Suryo Anggoro MTr (Han), Pimpinan Pondok Pesantren Babul Maqfirah Ustad Masrul Aidi Lc, Anggota DPRK Aceh Besar Muslim, unsur Forkopimcam Kuta Baro, para imuem mukim dan keuchik, serta masyarakat Kecamatan Kuta Baro. []

Berita Populer

Berita Terkait