Bupati Al-Farlaky Paparkan Potensi Tikar dan Tenun ke Menteri Ekonomi Kreatif

JAKARTA- Langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, secara langsung memaparkan potensi dan produk unggulan daerah berupa kerajinan anyaman tikar dan kain tenun khas Aceh Timur di hadapan Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf), Teuku Riefky Harsya.

Audiensi yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026), turut dihadiri Staf Khusus Menteri Rian Syaf, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal, dan Tenaga Ahli Menteri Gemintang Mallarangeng.

Dalam pertemuan tersebut, Al-Farlaky menjelaskan bahwa dua sektor UMKM kriya yang dipromosikan telah berkembang selama sekitar satu dekade. Produk-produk tersebut juga telah mengikuti berbagai pameran dan berhasil menembus pasar ekspor.

Meski memiliki rekam jejak yang matang, Al-Farlaky secara terbuka meminta dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar.

Baca juga:  Laga Persahabatan Pemkab Aceh Besar vs Pemko Sabang Berakhir Imbang Tanpa Gol

“Memang kita sudah ada UMKM tenun dan anyaman tikar, namun itu masih butuh pengembangan mulai dari pendaftaran HAKI hingga pembentukan administrasi lainnya,” ujarnya.

Ia menekankan, esensi dari pembinaan ini adalah keberlanjutan. Al-Farlaky berharap Kemenekraf dapat memberikan pelatihan intensif agar para perajin kriya di Aceh Timur mampu melakukan ekspansi pasar nasional maupun global.

Menanggapi hal tersebut, Teuku Riefky Harsya menyambut baik dan membeberkan peta jalan konkret untuk memajukan sektor tersebut. Menurutnya, ekosistem ekonomi kreatif saat ini menaungi 21 subsektor mulai dari kuliner, fesyen, kriya, media, desain, seni, hingga teknologi yang masing-masing ditangani oleh direktorat khusus guna memetakan solusi atas setiap kendala di lapangan.

“Pelatihan yang kita lakukan bukan sekadar satu hari selesai. Kita latih sampai tuntas dan jadi, termasuk memfasilitasi pendanaan serta bantuan lainnya,” tegas Riefky.

Baca juga:  Pemkab Aceh Besar Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Air untuk Sawah Terdampak Kekeringan

Lebih lanjut, Riefky memaparkan program pembinaan terpadu melalui konsep Desa Kreatif. Melalui program ini, lintas direktorat mulai dari Direktorat Pelatihan, Pendanaan, Pemasaran, hingga Media akan turun langsung ke lapangan untuk mengawal UMKM tenun dan tikar naik kelas.

“Kita ada program aktivasi desa gratis yang akan mengaktifkan kriya di desa tersebut supaya lebih optimal. Direktorat-direktorat inilah yang akan turun langsung,” tambahnya.

Selain itu, program tersebut didukung alokasi pendanaan hingga sekitar Rp500 juta untuk setiap desa terpilih. Langkah masif ini diharapkan mampu menghidupkan usaha lokal sekaligus menjadikan sentra kerajinan sebagai motor penggerak dan pusat ekonomi baru di wilayah Aceh Timur.[]

Berita Populer

Berita Terkait