Badan Keamanan Maritim Inggris Sebut Tanker Minyak Dibajak di Laut Somalia

JAKARTA – Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) menyampaikan bahwa kapal tanker minyak telah dibajak di lepas pantai Somalia. Kapal tersebut diambil alih oleh pihak yang tidak berwenang.

Dilansir dari AFP, Sabtu (25/4/2026), UKMTO menyebut kapal tanker itu disita di timur laut kota Mareeyo, Somalia, pada Selasa (21/4).

“Otoritas militer melaporkan adanya pihak tidak berwenang yang mengambil alih kapal tanker dan mengarahkan kapal tersebut sejauh 77 mil laut ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia,” demikian pernyataannya.

Perkembangan ini menambah risiko pelayaran di Laut Merah, yang kini menjadi jalur pasokan yang semakin penting akibat kendali ketat Iran atas Selat Hormuz di pintu masuk Teluk, di sisi lain Semenanjung Arab.

Baca juga:  Musrenbang 2027, Mualem Fokus Berantas Kemiskinan dan Mitigasi Bencana

Pihak berwenang Somalia belum memberikan tanggapan atas pertanyaan AFP terkait pembajakan tersebut.

Pada Kamis (23/4), UKMTO menyebut sebuah kapal penangkap ikan berbendera Somalia telah dibajak oleh 11 orang bersenjata. Selain itu, sebuah kapal tanker produk minyak juga dinaiki kelompok bersenjata dalam insiden terpisah.

“Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan adanya ancaman pembajakan yang nyata,” demikian pernyataan tersebut.

Diketahui, Somalia merupakan negara yang tidak stabil di kawasan Tanduk Afrika, di mana pemerintah pusat menghadapi federasi negara bagian semi-otonom yang terpecah, serta serangan yang kerap terjadi dari kelompok militan Al-Shabaab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda.

Baca juga:  Rektor Lantik BEM USK 2026, Kabinet Akselerasi Dorong Gerakan Mahasiswa Berdampak

Somalia juga menolak status separatis Somaliland, wilayah yang mengklaim kemerdekaan namun baru diakui oleh Israel.

Somalia pernah menjadi titik awal banyak serangan bajak laut pada masa lalu, dengan puncaknya terjadi pada 2011. Ancaman tersebut kemudian menurun setelah Uni Eropa, India, dan negara lain mengerahkan misi angkatan laut di kawasan tersebut.

Di sisi lain Teluk Aden terdapat Yaman, tempat pemberontak Houthi yang didukung Iran sebelumnya juga menargetkan kapal-kapal.[]

Berita Populer

Berita Terkait