Arsenal dan Kutukan 10 Tahun Berakhiran Angka Enam di Liga Champions

JAKARTA – Arsenal kembali harus menelan kekecewaan di final Liga Champions 2025-2026. The Gunners kalah adu penalti 3-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Partai final Liga Champions 2025-2026 antara PSG dan Arsenal berlangsung di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) atau Minggu (31/5/2026) dini hari WIB.

Idul Adha 1447 H

Arsenal sempat membuka keunggulan cepat melalui Kai Havertz pada menit keenam. Namun, PSG mampu menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Ousmane Dembele di babak kedua.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan perpanjangan waktu berakhir. Pemenang pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Dalam babak tos-tosan, dua eksekutor Arsenal, Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes, gagal menjalankan tugasnya. Sementara dari kubu PSG, hanya tendangan Nuno Mendes yang mampu digagalkan kiper David Raya.

PSG akhirnya keluar sebagai juara dengan kemenangan 4-3 dalam adu penalti, sedangkan Arsenal kembali gagal meraih trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Kegagalan ini menjadi yang kedua bagi Arsenal di final Liga Champions setelah kekalahan 1-2 dari Barcelona pada partai puncak edisi 2006. Menariknya, kedua kegagalan tersebut sama-sama terjadi pada tahun yang berakhiran angka enam, yakni 2006 dan 2026.

Baca juga:  Kemenperin Dorong IKM Masuk Rantai Pasok Industri Kendaraan Listrik

Kutukan Tahun Berakhiran Angka Enam?

Jika ditelusuri lebih jauh, final Liga Champions pada tahun yang berakhiran angka enam memang kerap tidak berpihak kepada klub-klub yang memburu gelar perdana.

Pada final 2026, Arsenal gagal mewujudkan impian menjadi juara Eropa untuk pertama kalinya setelah kalah dari PSG.

Sepuluh tahun sebelumnya, pada final 2016, Atletico Madrid yang mengusung misi meraih trofi Liga Champions pertama juga harus gigit jari. Los Colchoneros kalah adu penalti 3-5 dari rival sekota, Real Madrid, setelah bermain imbang 1-1.

Hal serupa terjadi pada 2006. Arsenal yang tampil di final Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub harus mengakui keunggulan Barcelona dengan skor 1-2.

Namun, pola tersebut tidak selalu berlaku. Pada final 1996, Juventus dan Ajax Amsterdam sama-sama berstatus mantan juara Eropa sehingga tidak ada tim yang memburu gelar perdana.

Sebaliknya, final 1986 justru mempertemukan dua klub yang sama-sama belum pernah menjadi juara, yakni Steaua Bucharest dan Barcelona. Hasilnya, Steaua keluar sebagai juara baru setelah menang adu penalti.

Baca juga:  Hasil MotoGP Italia 2026: Bezzecchi Juara, Aprilia Dominasi Mugello

Lebih jauh ke belakang, Saint-Etienne gagal menjadi juara perdana usai dikalahkan Bayern Muenchen 0-1 pada final 1976. Kemudian pada 1966, Partizan Belgrade juga harus mengubur mimpi setelah takluk 1-2 dari Real Madrid.

Sementara itu, edisi pertama Piala Champions Eropa pada 1956 mempertemukan Real Madrid dan Stade de Reims. Los Blancos menang 4-3 dan memulai dominasi dengan meraih lima gelar beruntun hingga 1960.

Daftar Final Liga Champions di Tahun Berakhiran Angka Enam

  • 2026: PSG vs Arsenal 1-1 (PSG menang adu penalti 4-3)
  • 2016: Real Madrid vs Atletico Madrid 1-1 (Real Madrid menang adu penalti 5-3)
  • 2006: Barcelona vs Arsenal 2-1
  • 1996: Ajax Amsterdam vs Juventus 1-1 (Juventus menang adu penalti 4-2)
  • 1986: Steaua Bucharest vs Barcelona 0-0 (Steaua menang adu penalti 2-0)
  • 1976: Bayern Muenchen vs Saint-Etienne 1-0
  • 1966: Real Madrid vs Partizan Belgrade 2-1
  • 1956: Real Madrid vs Stade de Reims 4-3.

Berita Populer

Berita Terkait