PSI Diminta Kaji Ulang Libatkan Jokowi untuk Pemilu 2029

JAKARTA – Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu mempertimbangkan kembali rencana melibatkan Joko Widodo dalam agenda politik partai tersebut. Menurutnya, langkah itu berpotensi menjadi spekulasi politik yang justru merugikan PSI.

“Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI tampaknya akan berujung pada kekecewaan. Bahkan kehadiran Jokowi ke penjuru tanah air membawa panji-panji PSI bisa jadi akan menjadi bumerang bagi partai gajah tersebut,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Ia memahami PSI membutuhkan figur besar untuk meningkatkan peluang lolos ke Senayan. Namun, menurutnya, posisi Jokowi saat ini tidak lagi sama seperti satu dekade lalu.

“Jokowi bukan lagi sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa untuk berpihak kepadanya. Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial, termasuk terkait ijazahnya,” ujarnya.

Baca juga:  Ultah Ke-84, JK Kenang Awal Masuk Politik Tiba-tiba Dipanggil Gus Dur

Jamiluddin menilai kehadiran Jokowi belum tentu otomatis mampu mendongkrak elektabilitas PSI. Bahkan, tidak menutup kemungkinan muncul sikap antipati terhadap partai yang dipimpin Kaesang Pangarep tersebut.

“Karena itu, sebelum Jokowi berkeliling Indonesia membawa panji-panji PSI, sebaiknya perlu dikaji ulang plus minusnya. Jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan hanya karena salah menilai keperkasaan Jokowi,” tegasnya.

Sebelumnya, PSI secara terbuka menjadikan Jokowi sebagai patron politik perjuangan partai. Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebut Jokowi telah menjadi bagian penting dari PSI.

“Pak Jokowi itu di PSI sudah begitu. Dia akan bersama kami, dan kami sudah menetapkan beliau sebagai patron politik perjuangan PSI ke depan. Tinggal menunggu waktu yang tepat saja, mengingat kesehatan beliau,” ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).

Baca juga:  Dipecat Perusahaan, Kakak-beradik Langsung Hapus Database Negara Dalam Hitungan Menit

Bestari juga mengutip pernyataan Jokowi dalam Rakernas PSI pada Januari 2026 yang menyatakan siap membantu pemenangan partai. Menurutnya, dalam waktu dekat Jokowi akan turun langsung mendampingi PSI sebagai bagian dari komitmen tersebut.

“Beliau sudah menyampaikan, ‘saya masih kuat turun sampai ke kabupaten/kota, bahkan jika dibutuhkan sampai ke kecamatan’. Itu betul-betul membangun semangat dan membakar semangat kawan-kawan untuk bersiap menyambut kehadiran Pak Jokowi,” ujar Bestari.

Ia menambahkan, kedekatan Jokowi dengan PSI semakin memperkuat keyakinan publik bahwa mantan Presiden RI tersebut akan bersama PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.[]

Berita Populer

Berita Terkait