Doa di Depan Ka’bah: Bacaan, Makna, dan Adabnya

JAKARTA — Doa melihat Ka’bah bisa diamalkan oleh setiap Muslim. Sebagai umat Islam, doa senantiasa dilibatkan dalam berbagai aktivitas, termasuk ketika menyaksikan Ka’bah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Gafir ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: “Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.’”

Ka’bah sendiri merupakan bangunan suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Bangunan ini berada di kompleks Masjidil Haram dan menjadi kiblat kaum Muslimin saat melaksanakan salat.

Ketika menunaikan ibadah haji atau umrah, umat Islam tentu akan menjumpai Ka’bah. Momen tersebut sering kali menghadirkan rasa takjub sekaligus kedekatan spiritual yang mendalam kepada Allah SWT. Oleh karena itu, terdapat doa khusus yang dianjurkan oleh para ulama ketika melihat Ka’bah.

Doa Melihat Ka’bah (Arab, Latin, dan Arti)

Dilansir dari Kitab Induk Doa dan Zikir (terjemahan dari Al-Adzkar karya Imam Nawawi oleh Ulin Nuha), berikut bacaan doa ketika melihat Ka’bah:

Baca juga:  IWALE: Hari Buruh jadi pengingat nasib jurnalis di tengah tekanan industri

اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَكَرَمَهُ وَعَظَمَهُ يَمَنْ حَجَّهُ أَوْ اعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبَرًا

Allahumma zid hadzal-baita tasyriifan wa ta’dziiman wa takriiman wa mahaabatan, wa zid man syarrafahu wa karamahu wa ‘adzamahu mimman hajjahu aw i’tamarahu tasyriifan wa takriiman wa ta’dziiman wa barran.

Artinya: “Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kewibawaan pada rumah ini (Ka’bah). Tambahkan pula kemuliaan, kehormatan, keagungan, dan kebaikan bagi orang-orang yang memuliakan dan mengagungkannya, yaitu mereka yang berhaji dan berumrah.”

Setelah membaca doa tersebut, dapat dilanjutkan dengan doa berikut:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلَامِ

Allāhumma antas salām, wa minkas salām, fa hayyinā rabbanā bis salām.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah keselamatan dan dari-Mu lah keselamatan. Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kehidupan yang penuh keselamatan.”

Keutamaan Berdoa di Depan Ka’bah

Setelah membaca doa melihat Ka’bah, seorang Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa dan hajatnya. Disebutkan bahwa doa pada momen tersebut termasuk mustajab.

Baca juga:  APBA Aceh Melaju: Realisasi 23.27 persen, Lampaui Target Awal Tahun

Dalam buku Selamat Tinggal Susah karya Asrifin An Nakhrawie, Ka’bah disebut sebagai salah satu tempat yang memiliki keistimewaan dalam hal dikabulkannya doa. Keutamaan ini tidak ditemukan di tempat lain di muka bumi.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya doa yang dikabulkan adalah ketika seseorang melihat Ka’bah.” (HR At-Thabrani)

Adab Melihat Ka’bah

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang dianjurkan saat melihat Ka’bah, sebagaimana dikutip dari Fiqh As-Sunnah karya Sayyid Sabiq:

  1. Mengangkat kedua tangan sambil membaca doa
  2. Dianjurkan mendekati Hajar Aswad dan menciumnya
  3. Jika tidak memungkinkan, mencium tangan lalu menyentuh Hajar Aswad
  4. Jika masih tidak bisa, cukup melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad dari kejauhan
  5. Memperbanyak zikir dan doa selama berada di sekitar Ka’bah

Dengan memahami doa dan adab ini, diharapkan setiap Muslim dapat lebih khusyuk dan merasakan kedekatan spiritual saat berada di hadapan Ka’bah.[]

Berita Populer

Berita Terkait