Fraksi Demokrat DPR Aceh Minta Evaluasi Total Day Care Usai Kasus Kekerasan Anak

BANDA ACEH — Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Demokrat, Nora Idah Nita menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan kasus kekerasan yang terjadi pada anak di salah satu Day Care di Banda Aceh. Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hak-hak anak serta mencederai rasa kemanusiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penitipan anak.

‎“Peristiwa ini tidak hanya melukai korban secara fisik dan psikologis, tetapi juga mengguncang kepercayaan publik terhadap tempat penitipan anak yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak,” tegas Nora Idah Nita (Banda Aceh, 28 April 2026)

‎Ia menekankan bahwa anak merupakan kelompok rentan yang wajib mendapatkan perlindungan maksimal dari segala bentuk kekerasan, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun fasilitas pengasuhan seperti Day Care. Oleh karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara transparan dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

‎Selain itu, Nora Idah Nita juga meminta Pemerintah Kota Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota lain di Aceh serta instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap operasional Baby Day Care atau tempat penitipan anak. Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional, sistem rekrutmen tenaga pengasuh, serta mekanisme pengawasan berkala.

‎“Kami mendorong adanya regulasi yang lebih ketat, termasuk sertifikasi bagi pengasuh anak dan audit rutin terhadap seluruh fasilitas penitipan anak. Keamanan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama,” lanjutnya.

‎Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak serta aktif memantau kondisi anak selama berada di Day Care.

‎Menutup pernyataannya, Nora Idah Nita menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu perlindungan anak di Aceh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

‎“Anak adalah masa depan Aceh. Kita tidak boleh mentolerir sedikit pun bentuk kekerasan terhadap mereka.” tutup Nora.

Baca juga:  Kecelakaan KA di Bekasi, Prabowo Pastikan Investigasi dan Flyover Segera Dibangun

Berita Populer

Berita Terkait