Prajurit TNI Percepat Pembangunan Jembatan yang menghubungkan Aceh Selatan–Aceh Singkil.

ACEH SELATAN – Upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman terus digencarkan oleh TNI. Kali ini, personel Kodim 0117/Aceh Selatan melaksanakan pengecoran tiang pembatas jembatan di titik Ketapang II dan III, Desa Raket, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Pembangunan jembatan tersebut memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi akses utama penghubung antara Kabupaten Aceh Selatan dengan Kabupaten Aceh Singkil melalui jalur Buluh Suma. Jalur ini selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, maupun kebutuhan sehari-hari warga.

Di lapangan, proses pengerjaan dilakukan oleh personel Satuan Tugas (Satgas) TNI AD yang bersinergi dengan masyarakat setempat. Dengan mengusung semangat gotong royong, seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara bersama-sama, mulai dari pengangkutan material, pemasangan bekisting, hingga pengecoran tiang pembatas jembatan.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kondisi medan yang cukup berat dan keterbatasan akses, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat tetap terlihat kuat. Personel Satgas bersama warga tampak kompak dan saling bahu-membahu demi mempercepat penyelesaian pembangunan.

Baca juga:  USK-ILO Percepat Pengembangan Nilam, Dari Riset Menuju Industri Bernilai Ekonomi

Komandan Kodim (Dandim) 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan ini tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dengan rakyat. Sinergi inilah yang menjadi kunci keberhasilan setiap program di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan jembatan yang kokoh dan aman akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah pedalaman.

Pengecoran tiang pembatas jembatan ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan aspek keselamatan bagi pengguna jalan, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir. Dengan konstruksi yang lebih kuat dan standar keamanan yang memadai, diharapkan masyarakat dapat melintas dengan lebih nyaman dan aman.

Baca juga:  Pemprov Sumut Unggul di Creative Financing, Kemendagri Berikan Penghargaan

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Amran, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan TNI dalam pembangunan tersebut. Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel TNI yang tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah membantu pembangunan jembatan ini. Kehadiran mereka memberikan semangat bagi kami untuk ikut bergotong royong. Semoga jembatan ini segera selesai dan bisa kami manfaatkan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari,” tuturnya.

Amran juga berharap pembangunan dapat segera rampung sesuai target waktu, sehingga akses transportasi yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi dengan baik.

Satgas TNI AD sendiri berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan secara optimal dan tepat waktu. Dengan rampungnya pembangunan jembatan ini, diharapkan akan tercipta akses transportasi yang lebih baik, aman, dan efisien, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Aceh Selatan dan sekitarnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait