BANDA ACEH — Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menempati peringkat kedua nasional bidang hukum dalam Scimago Institutions Rankings (SIR) 2026.
Posisi ini menempatkan UIN Ar-Raniry di atas sejumlah kampus besar, sekaligus menjadi sinyal menguatnya daya saing perguruan tinggi keagamaan Islam dalam riset berbasis publikasi ilmiah.
Dalam pemeringkatan tersebut, Universitas Airlangga berada di posisi pertama, diikuti UIN Ar-Raniry. Peringkat berikutnya ditempati Universitas Sebelas Maret dan Universitas Indonesia.
Sejumlah kampus lain yang masuk 10 besar antara lain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Universitas Diponegoro.
Secara global, UIN Ar-Raniry berada di kisaran peringkat 131 untuk bidang hukum. Capaian ini membuatnya melampaui sejumlah perguruan tinggi besar seperti Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran dalam indikator yang sama.
Pemeringkatan Scimago didasarkan pada tiga indikator utama, yakni kinerja penelitian, inovasi, dan dampak sosial. Penilaian ini mengacu pada data publikasi ilmiah terindeks Scopus, sitasi, serta kolaborasi internasional.
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari penguatan berkelanjutan dalam ekosistem riset kampus.
“Capaian ini bukan sekadar prestasi institusi, tetapi juga mencerminkan perubahan dalam lanskap riset nasional. PTKIN yang sebelumnya berada di pinggiran kini mulai mengambil peran strategis dalam produksi pengetahuan,” ujarnya.
Menurut Mujib, penguatan riset dilakukan melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, pengembangan jurnal bereputasi, serta perluasan kolaborasi internasional.
“Atas capaian ini, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum beserta seluruh jajaran atas kerja keras dan kontribusi aktif dalam meraih prestasi gemilang ini,” ujarnya.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengelola sekitar 125 jurnal ilmiah dan prosiding. Sebanyak 49 jurnal telah terakreditasi nasional melalui sistem Science and Technology Index (SINTA). Dari jumlah tersebut, empat jurnal telah terindeks Scopus kuartil satu (Q1), yakni Samarah, Islam Futura, El-Usrah, dan Petita.
Salah satu jurnal, El-Usrah, yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry tercatat sebagai jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk 50 besar dunia dalam pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.
Capaian ini melanjutkan tren positif peningkatan reputasi riset UIN Ar-Raniry. Dalam SIR 2025, kampus dengan tagline “Kampus Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri” tersebut menempati peringkat keempat nasional pada kategori kinerja riset, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa.
Pada tahun yang sama, dua dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof Kamaruzzaman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil penguatan budaya publikasi di lingkungan fakultas.
“Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” ujarnya.
Menurut Prof KBA, indikator Scimago yang berbasis data publikasi menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem riset di lingkungan PTKIN mulai menunjukkan hasil yang signifikan. []


