Hujatan Terhadap Aceh di Tengah Bencana Merebak di Medsos, Tgk Muharuddin Desak Komdigi Bertindak

BANDA ACEH — Di tengah musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025, ujaran kebencian terhadap Aceh justru merebak di media sosial. Sejumlah unggahan dan komentar bernada menghina ditemukan, terutama di platform TikTok.

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk Muharuddin menyayangkan maraknya konten yang menyudutkan masyarakat Aceh di saat para korban masih berjuang menghadapi dampak bencana. “Seharusnya masyarakat Indonesia berempati dan saling membantu, bukan menambah penderitaan korban dengan ujaran yang tidak pantas,” kata Muharuddin, Ahad (21/12/2025).

Menurut politikus Partai Aceh itu, sejumlah komentar bernada provokatif berpotensi memengaruhi psikologis korban bencana yang hingga kini masih banyak berada di pengungsian. Ia mencontohkan komentar seperti, “Banjirnya di Aceh ya? Kirain di Indonesia,” hingga sindiran soal permintaan bantuan kepada pemerintah pusat.

Baca juga:  Cokelat Hitam Bisa Turunkan Risiko Diabetes, Ini Penjelasannya

Selain itu, kata dia, beredar pula tudingan bahwa masyarakat Aceh mencuri bantuan, tidak tahu berterima kasih kepada pemerintah pusat, serta hanya membanggakan bantuan internasional. “Semua itu hoaks dan sangat menyudutkan Aceh,” ujar Muharuddin.

Dia juga menyoroti komentar sinis yang mendorong Aceh untuk berpisah dari Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memicu gejolak sosial. “Jika dibiarkan, perang di media sosial ini bisa memantik kemarahan dan menimbulkan konflik yang tidak kita inginkan,” katanya.

Muharuddin menilai kondisi tersebut diperparah oleh persepsi sebagian masyarakat Aceh bahwa penanganan bencana oleh pemerintah pusat belum maksimal. Ia menyebut hingga tiga pekan pascabencana, masih terdapat wilayah terisolasi dan korban yang minim bantuan.

Baca juga:  Blue Origin Rancang Misi Pemburu Asteroid untuk Lindungi Bumi

Atas dasar itu, Muharuddin mendesak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengambil langkah tegas dengan memblokir akun-akun yang menyebarkan ujaran kebencian, terutama yang bermuatan SARA. Ia juga meminta Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Aceh menyurati Komdigi secara resmi.

“Jasa Aceh terhadap Indonesia sangat besar sejak awal kemerdekaan, mulai dari sumbangan emas, pesawat, hingga peran Radio Rimba Raya yang menyuarakan eksistensi Indonesia di masa agresi militer. Apa belum cukup pengorbanan masyarakat Aceh?” kata Muharuddin. []

Berita Populer

Berita Terkait