JAKARTA – Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkenalkan cara baru registrasi kartu eSIM dengan teknologi pengenalan wajah. Langkah ini dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia melalui kegiatan Live Biometric Demo di Gerai IM3 Jakarta.
Penerapan teknologi biometrik ini menjadi bagian dari komitmen Indosat untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan dalam menggunakan layanan digital. Sistem tersebut memungkinkan pengguna melakukan registrasi mandiri (self-register) eSIM secara lebih cepat dan aman.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut registrasi berbasis biometrik merupakan upaya penting untuk melindungi pengguna ponsel dari risiko penyalahgunaan data. Dia mengapresiasi langkah konkret Indosat dalam menguji sistem ini sebagai bentuk tanggung jawab operator terhadap pelanggannya.
“Kami berharap registrasi biometrik menjadi pola baru dalam bisnis seluler. Operator tak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan sebagai fondasi pertumbuhan industri dan ekonomi nasional,” ujar Edwin, Sabtu, 18 Oktober 2025.
Chief Legal and Regulatory Officer IOH, Reski Damayanti, mengatakan keamanan dan kenyamanan pelanggan selalu menjadi prioritas utama bagi Indosat.
“Kami mendukung langkah pemerintah dan siap berkolaborasi agar implementasi kebijakan biometrik berjalan optimal demi kepentingan pelanggan dan kemajuan industri,” ujarnya.
Melalui uji coba bersama Komdigi ini, Indosat menampilkan kesiapan teknologi dan infrastruktur untuk mendukung registrasi biometrik yang aman dan praktis. Sistem tersebut mengikuti standar keamanan internasional ISO 30107-3, dengan proses digital yang meliputi validasi nomor pelanggan (MSISDN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pengambilan foto wajah, verifikasi liveness detection, serta pencocokan wajah (face recognition) dengan data Dukcapil.
Dengan tingkat kecocokan wajah minimal 95 persen, sistem ini memastikan keabsahan identitas pelanggan sekaligus menekan potensi penyalahgunaan data pribadi.
Selain registrasi berbasis wajah, sejak Agustus 2025, Indosat juga memperkuat perlindungan pelanggan melalui fitur Anti-Spam dan Anti-Scam. Sistem ini mampu mendeteksi serta memblokir pesan dan panggilan berisiko secara real-time, didukung teknologi AIvolusi5G, kombinasi kecerdasan buatan dan jaringan 5G Indosat yang adaptif terhadap ancaman siber.
”Melalui inovasi biometrik dan fitur keamanan digital ini, Indosat berkomitmen menciptakan ekosistem telekomunikasi yang aman, terpercaya, dan mendukung transformasi digital di Indonesia,” tutur Reski. []


