JAKARTA — Pemerintah akan meluncurkan program unggulan pendidikan bertajuk Sekolah Garuda secara serentak di 16 titik pada Rabu, 8 Oktober 2025. Program ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto, untuk membuka akses pendidikan unggulan hingga ke pelosok negeri.
“Sekolah Garuda menjadi penyempurna orkestrasi transformasi pendidikan,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, dalam keterangannya, Selasa.
Stella menyebut, Sekolah Garuda merupakan pengejawantahan visi besar Presiden Prabowo untuk mempersiapkan generasi emas 2045. Program ini ditujukan untuk menjaring siswa-siswa berprestasi dari seluruh penjuru Tanah Air, dan membekali mereka agar mampu menembus kampus-kampus terbaik dunia.
Jaring Talenta dari Penjuru Negeri
Sekolah Garuda dirancang sebagai model pendidikan unggulan berbasis sains dan teknologi, dengan tiga pilar utama yakni pemerataan akses pendidikan, pembentukan karakter kepemimpinan, dan peningkatan prestasi akademik yang berorientasi pada pengabdian masyarakat.
“Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tapi inkubator pemimpin masa depan. Kami ingin mencetak siswa yang cerdas, berdaya saing global, dan memiliki semangat pengabdian,” ujar Stella.
Pemerintah mencatat, indeks pengembangan manusia Indonesia masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Human Capital Index menunjukkan rata-rata siswa di Indonesia baru mengoptimalkan 54 persen potensi mereka. Sekolah Garuda diharapkan menjadi terobosan strategis untuk menjawab tantangan itu.
Akses Lebar Menuju Kampus Dunia
Upaya memperluas akses ke pendidikan tinggi kelas dunia telah membuahkan hasil. Pada 2024, sebanyak 143 siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) berhasil diterima di 100 perguruan tinggi terbaik global.
Program Sekolah Garuda diharapkan menjadi pipeline baru yang memperbesar angka itu. “Ini bukan sekadar sekolah unggulan. Ini cara negara hadir membentuk masa depan bangsa,” kata Stella.
Peluncuran Serentak di 16 Titik
Peluncuran Sekolah Garuda akan digelar di dua kategori: 12 Sekolah Garuda Transformasi dan 4 lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.
Dua belas Sekolah Garuda Transformasi meliputi:
SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh)
SMA Unggul Del (Sumatera Utara)
MAN Insan Cendekia OKI (Sumatera Selatan)
SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta)
SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat)
SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah)
SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah)
SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur)
SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan)
MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo)
SMAN Siwalima Ambon (Maluku)
SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya)
Sementara empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru berada di:
Belitung Timur (Bangka Belitung)
Timor Tengah Selatan (NTT)
Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara)
Bulungan (Kalimantan Utara)
Pemerintah menargetkan membina 80 Sekolah Garuda Transformasi dan membangun 20 Sekolah Garuda Baru hingga tahun 2029. []


