PSSI dan Polri Perkuat Sinergi untuk Atasi Kericuhan Suporter

JAKARTA – PSSI baru saja menggelar pertemuan dan menyepakati kerja sama dengan Polri. Hal ini merespons kericuhan suporter yang ramai lagi di sepakbola Indonesia.

Terbaru ada suporter Persib Bandung yang tewas di jalan setelah laga Garudayaksa Vs Persib Bandung. Korban diserang benda tajam di perjalanan pulang.

Selain itu ada juga insiden-insiden kericuhan antar suporter yang terjadi di stadion. Komite Disiplin (Komdis) PSSI sudah menjatuhkan sanksi kepada suporter dan klub-klub seperti Persija Jakarta, Persita Tangerang, PSGC Ciamis, hingga PSIS Semarang.

Berbagai insiden itu menjadi perhatian serius PSSI yang baru saja mencabut aturan larangan suporter tandang sejak awal musim. Namun suporter ternyata masih belum berbenah diri.

Baca juga:  Kapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pelayanan Aksi Penyampaian Aspirasi

“Saya mengapresiasi pihak kepolisian yang cepat menuntaskan beberapa isu kriminal dengan cepat, bahkan ada yang 1×24 jam langsung ditangkap. Pertemuan saya dengan Bapak Kapolri juga kemarin secara tertutup,” kata Ketum Erick Thohir PSSI kepada wartawan.

“Mungkin 1 hingga 2 minggu lagi kami akan umumkan komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid, bagaimana menindak para pelaku kriminal itu di luar pertandingan,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Erick Thohir meminta kepada klub dan operator untuk menindak tegas pelaku pelanggaran. Sepakbola Indonesia harus bersih dari kekerasan agar kejadian memilukan tidak terulang.

Baca juga:  Sahli Makmun Hadiri Penetapan Komcad Reguler Matra Kodam IM TA 2026

Wacana pengurangan poin untuk klub yang suporternya melanggar pun terus dikaji. Semua itu diharapkan akan meminimalisir kekerasan di sepakbola.

“Posisi kami, PSSI jelas bahwa kami meminta liga dan klub-klub untuk bertindak tegas. Itu ada aturan mainnya semua, tidak usah diputar-putar,” ucap Erick Thohir.

“Kami, PSSI, tegas. Tidak hanya klubnya yang ditindaklanjuti, suporter juga, bahkan pengurangan poin yang memang harus dijalankan kalau kondisi ini tidak bisa dijaga keharmonisannya seperti yang kami harapkan,” tuturnya.[]

Berita Populer

Berita Terkait