Connie: Gegara Rocky Gerung, Akademisi Mengkritik Pemerintah Dianggap cari Jabatan

JAKARTA – Sebanyak 150 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengirimkan surat terbuka yang mendesak Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Surat bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional” tersebut diterbitkan pada Senin (19/10/2026).

Pengamat militer sekaligus akademisi, Prof. Connie Rahakundini Bakrie, yang menjadi salah satu inisiator, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kontribusi intelektual dan tanggung jawab moral kalangan akademisi.

Menurutnya, ilmu pengetahuan harus menjadi landasan penting dalam pengambilan keputusan. Karena itu, substansi kritik akademisi perlu didengar oleh para pemangku kebijakan.

“Kebijakan itu kalau di negara maju, basisnya ilmu pengetahuan. Nah, tapi jangan hanya gara-gara Rocky Gerung, akademisi mengkritik bertujuan untuk cari jabatan,” kata Connie Rahakundini Bakrie dalam siniar Forum Keadilan, dikutip Selasa (27/10/2026).

Baca juga:  Minggu Kasih di Gereja Methodist, Kapolda Aceh Ajak Jemaat Tangkal Hoaks dan Jaga Kerukunan

Connie juga menepis anggapan bahwa gerakan para akademisi tersebut bertujuan mencari jabatan. Ia menegaskan bahwa seruan yang disampaikan merupakan bentuk kritik moral dan intelektual yang tidak seharusnya direndahkan dengan tudingan tersebut.

Surat terbuka itu ditujukan langsung kepada Gibran, dengan tembusan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo. Connie turut mengunggah dokumen surat tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @connierahakundinibakrie.

Selain Connie, draf surat tersebut diinisiasi oleh 12 tokoh akademisi lainnya yang tergabung dalam Forum Guru Besar Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Prof. M. Din Syamsuddin, Prof. Ryaas Rasyid, dan Prof. Fathul Wahid.

Baca juga:  USK dan UIN Ar-Raniry Wakili Aceh dalam Daftar PTN Terbaik Indonesia Versi SCImago 2026

Dalam surat tersebut, para guru besar menyoroti tiga persoalan utama, yakni merosotnya keteladanan dan etika bernegara, krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta beban politik yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Mereka juga menilai polemik terkait putusan Mahkamah Konstitusi mengenai ijazah Gibran telah memicu keprihatinan mendalam terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Melalui surat terbuka itu, Forum Guru Besar Indonesia menyerukan agar Gibran mengambil langkah kesatria dengan mengundurkan diri dari jabatannya. Seruan tersebut, menurut mereka, ditujukan untuk menjaga marwah lembaga kepresidenan dan keselamatan bangsa.[]

Berita Populer

Berita Terkait