Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar Tampilkan Inovasi Wastra pada Meuseuraya Festival

BANDA ACEH – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Besar, Hj Rita Maya Sari, bersama Wakil Ketua Dekranasda, Hj Nurul Fazli SAg, tampil memukau dalam peragaan busana pada pembukaan Meuseuraya Festival di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh, Jumat (23/10/2026).

Keduanya memperagakan busana kerja (office look) bertema Classic Elegance yang memadukan inovasi desain modern dengan kekayaan wastra Aceh Besar, sekaligus menampilkan identitas budaya lokal dalam busana perempuan profesional.

Rita Maya Sari, mengenakan busana bertajuk Wastra Indatu atau warisan leluhur, berupa tenun songket berwarna oranye dengan motif Pinto Aceh dan Pucok Reubong. Busana tersebut dipadukan dengan bahan wall berwarna biru navy, bordir bermotif senada, serta celana yang terinspirasi dari celana thong, busana tradisional perempuan Aceh.

Baca juga:  Respons Cepat Polri, Tindaklanjuti Laporan Anak yang Mencari Pertolongan untuk Ibunya

Perpaduan tersebut menghadirkan tampilan yang mengutamakan kenyamanan, keanggunan, dan karakter budaya Aceh dalam busana kerja modern.

Sementara itu, Nurul Fazli tampil dengan tenun songket dua warna (twotone) mahogany dan oranye bermotif rencong, dilengkapi bordir Bungong Reudeup. Paduan songket dan bahan wall dengan bordir senada menghadirkan kesan elegan yang memadukan kelembutan dan ketegasan perempuan Aceh.

Kedua busana tersebut menunjukkan bahwa wastra daerah dapat dikembangkan menjadi pakaian kerja yang modern, fungsional, dan tetap mempertahankan nilai tradisi.

“Melalui inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa wastra Aceh Besar tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi busana modern yang nyaman, elegan, dan sesuai dengan kebutuhan perempuan profesional,” ungkap Ketua Dekranasda Aceh Besar.

Baca juga:  Sering Lupa Bukan Berarti Alzheimer, Kenali Tanda yang Perlu Diwaspadai

Dekranasda Aceh Besar terus mendorong pelestarian warisan budaya melalui pengembangan desain wastra yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan perajin lokal agar produk kerajinan daerah memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Penampilan Ketua dan Wakil Ketua Dekranasda Aceh Besar dalam Meuseuraya Festival menjadi representasi perpaduan tradisi dan modernitas, sekaligus memperkenalkan pesona wastra Aceh Besar kepada masyarakat melalui karya busana yang mengedepankan identitas dan kebanggaan budaya lokal.[]

Berita Populer

Berita Terkait