JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman mengatakan, pemerintah belum menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional karena Indonesia dinilai masih mampu menangani bencana tersebut.
“Masalah penetapan bencana nasional, sementara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup,” kata Dudung seusai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).
Dudung mengatakan, pemerintah masih mampu menangani karhutla meskipun sejumlah negara menawarkan bantuan. Malaysia, misalnya, menawarkan bantuan berupa tiga helikopter dan 52 personel.
“Artinya, kalau ditetapkan bencana nasional, maka akan ada bantuan-bantuan dari asing,” ujarnya.
“Bukan masalah bantuannya. Nanti teknis di lapangan ini juga banyak kendala-kendala,” sambungnya.
Menurut Dudung, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan tambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista), personel, atau bantuan dari negara lain. Pemerintah juga perlu memperhitungkan berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM).
“Itu tidak serta-merta hanya alutsista, kemudian personel dan bantuan, tapi untuk sementara kita masih sanggup,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui bantuan dari negara asing untuk menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah daerah.
Arrmanatha mengatakan, pembahasan bantuan dari negara-negara tetangga tersebut telah memasuki tahap teknis yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi, ini kan level teknisnya adalah BNPB,” ujar Arrmanatha seusai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (15/10/2026).
Arrmanatha tidak merinci negara mana saja yang menawarkan bantuan maupun bentuk bantuan yang akan diberikan.
Namun, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla menjadi perhatian serius Presiden Prabowo. Presiden juga telah memberikan instruksi dan arahan terkait upaya penanganan kebakaran tersebut.
“Perlu kami tegaskan adalah ini sesuatu yang sangat serius menjadi perhatian Bapak Presiden langsung. Dan seperti yang kita ketahui bersama, instruksi dan arahan sudah sangat tegas dari Bapak Presiden,” katanya.[]


