KABUT asap dapat mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Pengendara sepeda motor diimbau mempersiapkan kondisi fisik, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan mengurangi kecepatan saat melintasi wilayah berkabut.
Instruktur Safety Riding Honda, Reza Novendri, membagikan 10 tips berkendara aman saat kondisi kabut asap dan cuaca mendung. Tips ini ditujukan bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi cuaca yang kurang mendukung.
1. Pastikan kondisi fisik prima
Pengendara harus memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan bugar sebelum memulai perjalanan. Kondisi fisik yang tidak prima dapat mengurangi konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.
2. Gunakan perlengkapan keselamatan
Kenakan helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu saat berkendara. Siapkan pula jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca. Penggunaan masker yang sesuai dengan kondisi paparan juga dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya dari kabut asap.
3. Rencanakan rute perjalanan
Pelajari rute yang akan dilalui sebelum berangkat, terutama jika perjalanan menuju wilayah dataran tinggi atau daerah yang berpotensi terdampak kabut asap. Perencanaan rute membantu pengendara mengantisipasi kondisi jalan dan memilih jalur yang lebih aman.
4. Gunakan lampu depan dengan tepat
Pastikan lampu depan berfungsi dengan baik agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya pada partikel kabut dapat mengurangi jarak pandang dan menyilaukan pengendara dari arah berlawanan.
5. Jaga jarak aman
Pertahankan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan. Reza menyarankan pengendara menerapkan jarak waktu sekitar lima detik untuk memberikan ruang bereaksi jika kendaraan di depan mengerem mendadak. Pengendara juga perlu memahami penggunaan sistem pengereman, termasuk Combi Brake System (CBS) dan Anti-lock Braking System (ABS), jika tersedia pada kendaraannya.
6. Kurangi kecepatan
Kabut asap dapat menyamarkan kondisi permukaan jalan dan keberadaan kendaraan lain. Karena itu, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan menyesuaikannya dengan jarak pandang. Kecepatan 20–40 kilometer per jam dapat menjadi acuan awal dalam kondisi tertentu, tetapi bukan batas universal. Jika jarak pandang sangat terbatas, pengendara sebaiknya berhenti di tempat aman atau menunda perjalanan.
7. Hindari berhenti di tepi jalan
Jangan memarkir kendaraan di bahu jalan atau lokasi dengan jarak pandang terbatas. Jika harus berhenti, carilah tempat yang aman dan jauh dari arus lalu lintas. Pastikan kendaraan terlihat oleh pengguna jalan lain dan gunakan lampu peringatan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.
8. Pertahankan konsentrasi
Berkendara dalam kondisi berkabut membutuhkan konsentrasi lebih tinggi. Perhatikan kondisi jalan, pergerakan kendaraan di sekitar, serta perubahan jarak pandang. Penumpang juga dapat membantu mengingatkan pengendara jika terdapat potensi bahaya.
9. Jangan melawan arah
Melawan arus untuk mempersingkat perjalanan merupakan tindakan berbahaya, terlebih ketika kabut asap membatasi jarak pandang. Pengendara sebaiknya tetap mengikuti aturan lalu lintas dan mencari tempat berputar yang aman meskipun membutuhkan waktu lebih lama.
10. Batasi perjalanan yang tidak mendesak
Kurangi aktivitas berkendara ketika kabut asap mengganggu jarak pandang atau kualitas udara. Jika perjalanan tidak mendesak, sebaiknya ditunda hingga kondisi membaik. Apabila perjalanan harus dilakukan, pantau informasi cuaca dan kualitas udara serta pertimbangkan moda transportasi alternatif.
Keselamatan harus menjadi prioritas saat berkendara dalam kondisi kabut asap. Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dengan jarak pandang, menjaga jarak aman, dan tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan. []


