Ribuan Penerbangan ‘Menghilang’ dari Arab Saudi, Apa yang Terjadi?

RIYADH – Serangan rudal yang menghantam Bandara Internasional King Khalid Riyadh membuat banyak penerbangan ditunda bahkan tidak beroperasi. Lalu lintas udara yang ramai kini sunyi.

Pembatalan penerbangan terus terjadi hingga Kamis (15/10/2026) di Bandara Internasional King Khalid Riyadh, lapor Gulf Business. Emirates, Etihad Airways, flydubai, dan Air Arabia termasuk di antara maskapai yang terdampak oleh situasi keamanan yang kini berlangsung.

Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, 3.129 dari 7.705 keberangkatan dibatalkan dari bandara Saudi antara 8 dan 14 Oktober, mewakili 40,61 persen dari layanan. Angka-angka tersebut dikumpulkan pada Selasa (13/10/2026) pukul 20.00 waktu Saudi. Penerbangan seakan menghilang dari lalu lintas Arab Saudi yang biasanya ramai dan padat.

Baca juga:  BGN Suspend 91 SPPG terkait Temuan BPK

Data juga menunjukkan bahwa 632 dari 1.048 keberangkatan pada Senin (12/10/2026) terpengaruh, diikuti oleh 556 dari 1.058 pada Selasa. Selain ditunda, sebagian penerbangan mendapat status tidak beroperasi.

Selanjutnya, 313 dari 1.097 keberangkatan untuk Rabu telah dibatalkan atau ditandai sebagai tidak beroperasi dalam data awal. Untuk Bandara Riyadh, 296 dari 334 penerbangan telah dibatalkan, ini mewakili 89 persen layanan yang ada.

Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi telah memperpanjang penangguhan operasi di Bandara Internasional King Khalid sementara inspeksi keselamatan dan penilaian kesiapan operasional terus berlanjut.

Baca juga:  MKKS SMP Wilayah II Aceh Besar Gelar Pelatihan Transformasi Digital Berbasis IFP

Pemberitahuan terkait layanan yang diterbitkan Kerajaan menunjukkan bahwa bandara akan tetap ditutup hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, 00.00 waktu Arab Saudi pada 18 Oktober. Namun, tenggat waktu yang diterbitkan tidak menjamin bahwa operasi normal akan segera dilanjutkan.

Penutupan ini menyusul serangan rudal dan drone berulang kali terhadap ibu kota Saudi, termasuk serangan terhadap bandara Riyadh pada 10 Oktober yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.

Penumpang disarankan untuk memeriksa layanan status penerbangan resmi maskapai mereka sebelum berangkat ke bandara, terutama karena pembatalan, penundaan, dan perubahan jadwal masih mungkin terjadi.[]

Berita Populer

Berita Terkait