Gelar Pangan Murah di Kuta Baro, Pemkab Aceh Besar Bantu Warga Jangkau Kebutuhan Pokok

KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus berupaya menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia sekaligus mendukung pengendalian inflasi dan stabilisasi pasokan pangan.

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil Aceh itu berlangsung di halaman Meunasah Gampong Lamceu, Kecamatan Kuta Baro, Rabu (14/10/2026). Program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih bersahabat di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar, Alyadi, SP, mengatakan Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap daya beli masyarakat serta upaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Menurutnya, ketersediaan pangan dengan harga terjangkau merupakan hal penting untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kita ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi di Aceh Besar,” ujar Alyadi.

Baca juga:  ASN, Keuchik, dan Masyarakat Diminta Sukseskan MTQ Ke-35 Aceh Besar

Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan lebih hemat. Selain membantu rumah tangga mengatur pengeluaran, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan pangan di tengah masyarakat.

“Harapan kita, masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari kegiatan ini. Bukan sekadar mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga membantu keluarga mengatur pengeluaran sehari-hari. Pemerintah ingin hadir memberikan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan informasi pada pengumuman kegiatan, sejumlah komoditas yang disediakan antara lain beras premium kemasan 5 kilogram seharga Rp62.000, minyak goreng 2 liter Rp40.000, telur ayam satu papan Rp44.000, serta gula pasir 2 kilogram Rp32.000. Seluruh komoditas tersebut ditawarkan dalam satu paket dengan harga Rp178.000.

Penyediaan bahan pangan dalam program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus terbebani oleh fluktuasi harga di pasaran. Beras, minyak goreng, telur, dan gula merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan keluarga sehingga keterjangkauan harganya memiliki arti penting bagi pengeluaran rumah tangga.

Alyadi menegaskan, upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, penyedia bahan pangan hingga masyarakat. Sinergi dengan Perum Bulog menjadi salah satu bagian penting untuk mendukung kelancaran penyediaan komoditas dan pelaksanaan program pangan murah.

Baca juga:  Mualem Lantik Taufik sebagai Penjabat Sekda Aceh di Medan

“Pengendalian inflasi dan menjaga kestabilan harga pangan membutuhkan kerja sama semua pihak. Karena itu, kegiatan seperti ini akan terus kita dorong agar masyarakat memiliki akses terhadap bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Kita berharap upaya ini dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Aceh Besar,” ungkap Alyadi.

Pelaksanaan GPM juga tidak berhenti di Kecamatan Kuta Baro. Dinas Pangan Aceh Besar menjadwalkan kegiatan serupa pada Kamis (15/10/2026) di halaman Kantor Camat Kota Jantho. Dengan pelaksanaan di dua lokasi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program stabilisasi harga pangan.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berupaya memastikan bahwa peringatan Hari Pangan Sedunia tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kebutuhan pangan masyarakat.

Pemerintah berharap kegiatan tersebut dapat membantu menjaga daya beli warga, memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta mendukung terciptanya kondisi harga pangan yang lebih stabil di Kabupaten Aceh Besar.[]

Berita Populer

Berita Terkait