Suahasil Puji Bea Cukai Setelah Purbaya Tersingkir, Ada Apa Nih?

JAKARTA – Langkah Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang mengapresiasi kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) baru-baru ini mendapat sorotan.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menilai sikap tersebut berbeda dengan kebijakan Menteri Keuangan sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa, yang melakukan perombakan terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan DJBC.

Suahasil sendiri baru dilantik menggantikan Purbaya pada 14 September 2026.

“Terbaca publik. Purbaya menyikat dan membersihkan jajaran Bea Cukai. Sementara Suahasil masuk langsung puja-puji Bea Cukai, ada apa nih?” kata Muslim kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu (20/9/2026).

Sebelumnya, Purbaya melakukan perombakan terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan pada 10 September 2026. Mayoritas perombakan menyasar pejabat di DJP dan DJBC.

Kebijakan tersebut kemudian mendapat respons dari Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama. Keduanya disebut telah meminta agar perombakan tersebut ditunda atau dibatalkan.

Baca juga:  Nusron Wahid Ajukan Mundur dari Kepengurusan Golkar Sejak Lebih 6 Bulan Lalu

Setelah dilantik sebagai Menteri Keuangan, Suahasil mengatakan pihaknya masih membahas permintaan tersebut dan akan mendalami kebijakan yang telah diambil pada periode sebelumnya.

Di sisi lain, Suahasil menyatakan penindakan terhadap kegiatan ilegal oleh Bea Cukai telah berjalan dan akan terus dilanjutkan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap kinerja jajaran Bea Cukai di bawah kepemimpinan Djaka Budhi Utama.

Muslim menilai perbedaan sikap tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terlebih pergantian Menteri Keuangan berlangsung secara mendadak.

“Publik tertentu bertanya dan heran. Terjadi anggapan di publik ada tekanan?” ujarnya.

Meski demikian, Muslim mengakui rumor yang berkembang belum tentu mencerminkan alasan sebenarnya di balik pergantian Menteri Keuangan.

“Terlepas dari apa pun rumor yang berkembang di publik. Apakah benar pergantian Purbaya yang mendadak itu semata karena soal Bea Cukai saja atau ada hal lain?” katanya.

Baca juga:  Pertamina Raih Posisi Teratas Fortune Indonesia 100 Gala 2026ac

Muslim juga mempertanyakan sikap Suahasil terhadap Bea Cukai setelah menggantikan Purbaya.

“Atau puja-puji Suahasil terhadap Bea Cukai itu karena semata ABS (asal bapak senang)? Atau apa?” ujarnya.

Sementara itu, Purbaya menyatakan pergantian Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden. Purbaya dan Djaka juga telah membantah adanya konflik internal yang menjadi penyebab pergantian tersebut.

Suahasil sendiri menegaskan akan melanjutkan koordinasi dan mendalami berbagai kebijakan yang telah berjalan di Kementerian Keuangan.

Bagi Muslim, terlepas dari penjelasan resmi pemerintah maupun rumor yang berkembang, pergantian Purbaya dan arah kebijakan Suahasil terhadap DJBC tetap layak dicermati publik.

“Tentunya semua terpulang ke publik mencermati dan memahaminya,” tandas Muslim. []

Berita Populer

Berita Terkait