BANDUNG – Lagu “Melati di Tapal Batas” karya Ismail Marzuki dibawakan penyanyi Kanaya Whulan atau yang akrab disapa Kanaya Whu saat iring-iringan kereta kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate pada 17 Agustus 2026.
Kanaya Whu mengenakan pakaian veteran dan duduk bersama kru Emka 9 lainnya yang menjadi pengiring musik dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dalam cuplikan video yang diunggah Humas Jabar di YouTube, Kanaya tampak energik menyanyikan lagu ciptaan maestro musik legendaris Indonesia tersebut. Lagu itu mengungkapkan kekaguman terhadap ketangguhan dan keberanian para pejuang perempuan di garis depan pertempuran.
Sosok Kanaya Whu cukup dikenal masyarakat Jawa Barat. Bersama Emka 9, perempuan asal Tasikmalaya itu kerap mendampingi berbagai agenda Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, baik acara resmi maupun safari budaya ke sejumlah daerah.
Sejumlah lagu ciptaan Dedi Mulyadi juga kerap dibawakan Kanaya Whu, di antaranya “Rindu Purnama”, “Karembong Koneng”, “Prabu Siliwangi”, “Dangiang Galuh Pakuan”, “Indung”, dan “Memanen Cinta”. Kanaya diketahui bergabung dengan Emka 9 sejak 2019.
Penampilan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate pada 17 Agustus 2026 menjadi salah satu momen terakhir masyarakat Jawa Barat menyaksikan Kanaya Whu bernyanyi. Perempuan berambut panjang itu meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Minggu (13/9/2026) setelah berjuang melawan penyakit kanker.
Kabar duka tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram-nya.
“Kami menyampaikan berita duka telah meninggal dunia, saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker. Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya dan diterima di sisi Allah SWT,” kata Dedi.
Dedi juga meminta masyarakat memaafkan segala kesalahan Kanaya serta mendoakan keluarga yang ditinggalkan.
” Mohon dimaafkan segala dosanya, segala kesalahannya, semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang berat ini,” tambahnya.
Dedi mengatakan Kanaya akan dimakamkan di daerah asalnya, Kabupaten Tasikmalaya.
“Kanaya akan dimakamkan di tempat kelahirannya di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Dedi.[]


