Distan Aceh Besar Hidupkan Kembali Pasar Tani

KOTA JANTHO – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar kembali menggelar Pasar Tani sebagai upaya memperkenalkan dan memasarkan hasil produksi pertanian lokal kepada masyarakat dengan harga terjangkau, di halaman Kantor Distan Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (10/9/2026).

Pasar tani tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan, sekitar satu jam setelah dibuka, sejumlah sayuran organik yang dijajakan di Pasar Tani telah habis terjual.

Pada kesempatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar STP mengatakan, Pasar Tani kembali dihadirkan untuk memperkenalkan hasil-hasil pertanian Aceh Besar sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh produk pertanian dengan harga lebih murah.

“Alhamdulillah, hari ini kita mencoba kembali membuat program Pasar Tani. Tujuannya untuk memperkenalkan hasil-hasil pertanian agar dapat dimanfaatkan masyarakat. Harganya juga lebih terjangkau bagi para pembeli,” kata Imam.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pemasaran bagi hasil produksi pertanian Aceh Besar sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

Imam mengungkapkan, Dinas Pertanian berencana melanjutkan Pasar Tani secara rutin. Untuk tahap awal, kegiatan tersebut akan dicoba digelar satu kali dalam sebulan.

“Kita berharap Pasar Tani ini dapat terus berlanjut. Untuk sementara kita canangkan satu bulan sekali, kemudian kita akan melihat masukan masyarakat apakah cukup dilakukan bulanan atau bisa ditingkatkan menjadi mingguan,” ujarnya.

Baca juga:  BGN Sambut Rekomendasi Menteri HAM untuk Perkuat Pemulihan Penerima Manfaat MBG

Ia menyebutkan, tingginya minat masyarakat terlihat dari cepatnya sejumlah komoditas terjual. Sayuran organik yang tersedia bahkan telah habis dalam waktu sekitar satu jam setelah Pasar Tani dibuka.

Sementara itu, seorang masyarakat, Nurhasmi, mengapresiasi pelaksanaan Pasar Tani dan berharap kegiatan tersebut dapat digelar lebih sering.

Ia menilai keberadaan produk pertanian yang sehat dan minim penggunaan bahan kimia menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat.

“Kalau bisa kegiatan seperti ini dilaksanakan sesering mungkin. Sayuran yang dijual sehat dan bebas dari pestisida maupun bahan kimia lainnya,” sebut Nurhasmi.

Menurutnya, penyediaan pangan sehat penting karena produk pertanian tidak hanya dikonsumsi orang dewasa, tetapi juga anak-anak.

“Yang dikonsumsi bukan hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Karena itu, makanan yang alami dan sehat sangat penting untuk mendukung kesehatan serta mencegah stunting,” ucapnya.

Nurhasmi juga berharap ke depan jenis produk yang dijual di Pasar Tani semakin beragam sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan produk pertanian lokal.

“Semoga ke depan, produk yang ada bukan hanya ini saja. Namun bertambah berbagai produk lainnya,” imbuh Nurasmi.

Baca juga:  Waspada Narkotika Cair, BNN Imbau Garuda Indonesia Larang Vape di Lingkungan Kerja

Ragam Produk dan Harga

Pasar Tani Dinas Pertanian Aceh Besar juga menawarkan beragam produk segar hasil pertanian lokal dengan harga relatif terjangkau. Di antaranya ketela Rp7.000 per kilogram, petai Rp25.000 per kilogram, bengkuang Rp7.000 per kilogram, alpukat Rp10.000 per kilogram, dan lemon Rp5.000 per kilogram.

Selain itu, tersedia sawi empat ikat Rp5.000, bayam empat ikat Rp5.000, kangkung Rp3.000 per ikat serta seledri tiga ikat Rp2.000.

Pasar Tani juga menghadirkan produk olahan pelaku UMKM, mulai dari risol mayo Rp10.000 per kemasan, bomboloni Rp40.000 per kemasan, Dubai chewy Rp35.000, bolu pandan Rp5.000, pudding Rp10.000, black forest ukuran kecil Rp10.000, serta black forest ukuran besar rasa cokelat dan keju Rp25.000 per kemasan.

Produk lainnya yang tersedia yakni kacang tojin Rp10.000 per kemasan, mie ayam Rp18.000 per porsi, minuman segar Rp10.000 per kemasan, serta aneka lauk seperti sabu dan phep masing-masing Rp15.000 per kemasan.

Keberagaman produk tersebut menjadi salah satu daya tarik Pasar Tani, sekaligus membuka ruang bagi petani dan pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produksinya langsung kepada masyarakat.[]

Berita Populer

Berita Terkait