BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengapresiasi aksi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menyampaikan aspirasi terkait penanganan pemulihan pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
“Mereka menunjukkan kelasnya sebagai mahasiswa yang peduli rakyat Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.
Mualem menilai mahasiswa USK menyampaikan aspirasi secara terarah dan fokus terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
“Tutur bahasanya santun, tetapi sangat tajam. Langsung terarah pada nasib rakyat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi,” kata Mualem. “Mereka berusaha memecahkan masalah tanpa marah-marah.”
Mualem juga memuji cara mahasiswa menyampaikan aspirasi berdasarkan bidang ilmu masing-masing. Menurutnya, mahasiswa dari rumpun ilmu sosial berbicara mengenai keadilan dan kepedulian, mahasiswa bidang kesehatan menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, sementara mahasiswa fakultas teknik membahas kondisi infrastruktur.
“Pada rumpun ilmu sosial mereka bicara keadilan dan kepedulian. Mahasiswa yang berasal dari rumpun ilmu kesehatan, bicara soal kesehatan masyarakat, dan dari fakultas teknik membahas infrastruktur,” katanya.
Menurut Mualem, mahasiswa USK juga telah turun langsung ke sejumlah lokasi bencana sebelum menyampaikan aspirasi di Kantor Gubernur Aceh.
“Bahkan ada yang sedang KKN di lokasi bencana. Aspirasi seperti ini memiliki argumen yang bagus dan sangat menjadi perhatian kita bersama,” kata Mualem.
Selain mengapresiasi mahasiswa, Mualem juga menilai Plt Sekda Aceh Taufik bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) telah menangani aksi tersebut dengan baik.
“ Mereka melayani para mahasiswa itu dengan baik, seperti yang kita harapkan bersama,” katanya.
Para mahasiswa yang sebelumnya berunjuk rasa di pintu gerbang Kantor Gubernur Aceh kemudian diarahkan ke halaman kantor. Di lokasi tersebut, mahasiswa dan jajaran Pemerintah Aceh duduk bersama untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
Pemerintah Aceh Buka Ruang Komunikasi
Plt Sekda Aceh Taufik menegaskan Pemerintah Aceh terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat. Ia memastikan ruang komunikasi tetap dibuka untuk membahas berbagai persoalan dalam proses pemulihan pascabencana.
“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.
Menurut Taufik, Pemerintah Aceh bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Percepatan tersebut mencakup sejumlah sektor penting, termasuk pendidikan, kesehatan, dan penyediaan rumah hunian.
“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.
Taufik mengatakan Pemerintah Aceh tidak dapat bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Karena itu, pemerintah membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih terjadi di lapangan.
“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.
Untuk memperkuat akses informasi, Pemerintah Aceh juga telah membuka posko yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan pascabencana.
“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.
Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa tidak berhenti pada aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mengawal proses pemulihan Aceh.
“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya. []


