AS Serang Iran, Warganya di Timur Tengah Diminta Waspada

WASHINGTON DC — Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keamanan terbaru bagi warganya yang berada di kawasan Timur Tengah menyusul kembali berkobarnya pertempuran dengan Iran. Otoritas Washington mengimbau warga AS di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan.

Peringatan keamanan terbaru itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Middle East Monitor, Rabu (2/9/2026), dirilis oleh hampir seluruh Kedutaan Besar AS di kawasan Timur Tengah, termasuk Kedutaan Besar AS di Israel, pada Selasa (1/9) waktu setempat.

“Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga,” kata Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanannya.

“Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan,” demikian bunyi imbauan Departemen Luar Negeri AS.

Departemen Luar Negeri AS juga meminta warga yang bepergian dari dan menuju kawasan tersebut untuk memantau informasi terkait operasional bandara dan maskapai penerbangan.

Baca juga:  Penegasan Divhumas Polri Dalam Memberikan Pelayanan Penyampaian Aspirasi

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan kemungkinan serangan yang menargetkan kepentingan AS di luar negeri. Disebutkan bahwa sejumlah fasilitas diplomatik AS, termasuk yang berada di luar kawasan Timur Tengah, telah menjadi target.

“Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan AS di luar negeri atau lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk bisnis AS dan institusi lainnya,” sebut Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan tersebut.

AS Gempur Target Garda Revolusi Iran dalam Serangan Terbaru

Peringatan keamanan tersebut dirilis setelah Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukan AS telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru terhadap sejumlah target militer Iran.

CENTCOM melaporkan, serangan tersebut menargetkan unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang dinilai mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Target yang diserang antara lain sistem pertahanan udara, radar, aset penebar ranjau, fasilitas komunikasi, peluncur rudal jelajah antikapal, serta peluncur drone tempur.

Baca juga:  48 Buku Terbit Sejak Pusat Studi Kepolisian Diresmikan, Jadi Bekal Anggota Polri

Para pejabat AS mengatakan sekitar 100 target di Iran telah diserang pada Selasa (1/9) waktu setempat.

Iran Luncurkan Puluhan Rudal dan Drone Balasan

Sebagai aksi pembalasan, Iran dilaporkan meluncurkan sekitar 25 rudal balistik serta melakukan serangan drone terhadap sejumlah pangkalan AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Erbil, Irak. Teheran juga disebut mengirimkan sekitar dua lusin drone ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain.

Pasukan AS dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar serangan balasan Iran tersebut.

Menurut keterangan seorang pejabat AS, sebanyak 10 rudal Iran berhasil dicegat di wilayah udara Yordania. Sementara itu, tiga rudal lainnya jatuh ke daratan, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.[]

Berita Populer

Berita Terkait