Muktamar ke-35 NU Diharapkan Berlangsung Jujur, Adil dan Penuh Akhlak

JAKARTA – Rais Syuriyah PBNU KH Muhibbul Aman Aly atau Gus Muhib berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) berlangsung secara baik, jujur, adil, dan berakhlakul karimah. Harapan tersebut disampaikannya dalam pertemuan Silaturahmi Kiai-Kiai Sepuh di Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

“Intinya, kita berharap agar Muktamar ini berjalan dengan baik, jujur, adil, dan berakhlakul karimah. Oleh karena itu, tindakan tidak terpuji kita usulkan untuk dihentikan, jangan diteruskan, karena itu mencederai NU,” kata Gus Muhib.

Selain itu, Gus Muhib berharap Muktamar ke-35 NU memiliki tata tertib yang mengatur proses pemilihan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Menurutnya, mekanisme pemilihan AHWA perlu dipastikan berjalan dengan baik dan mengedepankan akhlakul karimah.

“Pemilihan AHWA agar proses itu benar-benar berjalan dengan baik dan terwujud dengan akhlakul karimah,” jelasnya.

HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI

Gus Muhib juga menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas gagasan agar AHWA dapat dilembagakan seperti Majelis Tahkim. Menurutnya, lembaga tersebut nantinya dapat berperan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di internal NU.

Baca juga:  Kejar Potensi Panas Bumi Nomor Satu Dunia, Bahlil Minta Pengembang Tak Tahan Konsesi

“Jika ada persoalan di tubuh NU seperti yang terjadi kemarin dan kita ketahui bersama, AHWA yang akan menyelesaikannya,” ujarnya.

KH Ma’ruf Amin Soroti Dinamika Jelang Muktamar

Sementara itu, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin mengatakan pertemuan para kiai sepuh tersebut didorong oleh keprihatinan terhadap dinamika yang berkembang menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Adanya isu-isu mengkhawatirkan karena ditandai cara tidak terpuji untuk upaya-upaya dalam Muktamar yang akan datang,” kata KH Ma’ruf.

Ia menjelaskan, Gedung PBNU dipilih sebagai lokasi pertemuan agar seruan moral yang disampaikan para kiai sepuh ditujukan untuk kepentingan NU secara keseluruhan, bukan kepentingan pihak tertentu.

Karena itu, KH Ma’ruf menegaskan agar Muktamar ke-35 NU tidak dicederai oleh berbagai isu, terutama yang berkaitan dengan AHWA.

Baca juga:  Kemenhaj Usulkan Biaya Haji 2027 Rp107,3 Juta, Jamaah Bayar 40 Persen

“AHWA itu adalah representasi para ulama untuk memilih Rais Aam yang lahir dari hati nurani,” kata Wakil Presiden RI periode 2019-2024 tersebut.

Pertemuan tersebut dihadiri secara daring maupun luring oleh sejumlah kiai dan tokoh NU. Mereka antara lain Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Ubab Maimoen, KH Mustofa Bisri, Prof KH Said Aqil Siroj, KH Idris Hamid, KH Kafabihi Mahrus, dan KH Ali Akbar Marbun.

Selain itu, hadir pula KH Muhtadi Dimyati, KH Muadz Thohir, KH Haris Shodaqoh, KH Nuh Addawami, KH Zuhri Zaini, KH Muhibbul Aman Aly, KH Nuruzzahri, KH Muhyiddin Ishaq, KH Abun Bunyamin, dan KH Ahmad Syatibi.

Para kiai sepuh berharap Muktamar ke-35 NU dapat berlangsung secara demokratis, bermartabat, serta mengedepankan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persatuan, dan akhlakul karimah.[]

Berita Populer

Berita Terkait