BANDA ACEH – Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Agama RI, Dr H Faisal Ali Hasyim SE MSi, meminta UIN Ar-Raniry Banda Aceh segera menyusun roadmap untuk mewujudkan kampus tersebut sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia.
Faisal mengatakan penyusunan roadmap tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Agama RI yang sebelumnya disampaikan dalam kuliah umum dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di UIN Ar-Raniry.
“Saya kira Pak Rektor yang pertama itu merumuskan roadmap menjadikan UIN sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia,” kata Faisal dalam kuliah umum bertema “Pembinaan dan Komitmen Kerja” di Ruang Sidang Lantai 2 Biro Rektor UIN Ar-Raniry, Jumat, (14/8/2026).
Menurut Faisal, arahan tersebut perlu diterjemahkan UIN Ar-Raniry ke dalam tahapan program yang jelas, terukur, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Buatlah kegiatan-kegiatan yang berdampak dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Faisal mengatakan UIN Ar-Raniry tidak cukup hanya memiliki visi besar. Kampus perlu memiliki program yang mampu memperkuat perannya di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan reputasi di tingkat internasional.
Karena itu, ia mendorong seluruh unsur universitas melahirkan inovasi dan langkah konkret untuk memperkuat posisi UIN Ar-Raniry sebagai perguruan tinggi Islam yang memiliki pengaruh lebih luas.
Selain penyusunan roadmap pusat peradaban Islam, Faisal menyoroti pengembangan Badan Layanan Umum (BLU) UIN Ar-Raniry. Ia meminta kampus mencari sumber pendapatan baru untuk memperluas ruang pembiayaan bagi program pendidikan, penelitian, sarana prasarana, dan pengembangan kelembagaan.
“Jangan pernah berhenti menelurkan gagasan-gagasan baru. Lakukan penetrasi pasar agar keunggulan UIN Ar-Raniry semakin dikenal luas,” kata dia.
Menurut Faisal, penciptaan sumber pendapatan baru bukan semata tanggung jawab pimpinan universitas. Setiap unit kerja perlu memiliki gagasan yang dapat memperkuat kemandirian kampus.
Faisal memastikan Kementerian Agama mendukung pengembangan UIN Ar-Raniry, baik dari sisi infrastruktur maupun akademik. Dukungan tersebut antara lain terkait rencana pembentukan Fakultas Kedokteran.
Kementerian Agama, kata dia, juga mendukung penyusunan roadmap UIN Ar-Raniry sebagai pusat peradaban Islam serta pembangunan ma’had sebagai bagian dari penguatan karakter mahasiswa.
“Kementerian Agama siap mendukung kebutuhan UIN Ar-Raniry dari pusat,” ujarnya.
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan arahan Menteri Agama dan pembinaan yang disampaikan melalui Staf Ahli Menteri Agama menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kerja aparatur di lingkungan kampus.
“Kehadiran Staf Ahli Menteri Agama RI menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat pembinaan karakter aparatur dan menyelaraskan komitmen kerja di lingkungan UIN Ar-Raniry agar sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama,” kata Mujiburrahman.[]



