BANDA ACEH — Persaingan menuju kursi Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026-2031 semakin mengerucut. Hasil verifikasi faktual dukungan bakal calon yang dilakukan tim Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat pada Rabu (12/8/2026) malam disebut menghasilkan sembilan DPC yang memberikan dukungan kepada drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes.
Verifikasi faktual tersebut berlangsung di Kantor DPD Partai Demokrat Aceh. Tim DPP datang ke Aceh untuk melakukan klarifikasi terhadap dukungan para bakal calon ketua DPD menjelang Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026.
Berdasarkan informasi dari sumber internal Demokrat Aceh, proses verifikasi dilakukan dengan mewawancarai satu per satu pihak yang sebelumnya menyatakan memberikan dukungan kepada masing-masing bakal calon.
“Semalam satu per satu diwawancarai secara terpisah oleh DPP terkait dukungan sebenarnya ke mana. Selama ini ada klaim bahwa Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar mendapat dukungan 21 DPC Demokrat se-Aceh. Tadi sudah difinalkan sesuai ketentuan peraturan organisasi,” ujar sumber tersebut, Kamis (13/8/2026).
Sumber tersebut menyebutkan, dari hasil verifikasi faktual, dukungan yang terkonfirmasi untuk Nurdiansyah berjumlah sembilan DPC. Jumlah itu berkurang dari 12 pihak yang sebelumnya menyatakan dukungan.
Sembilan DPC yang disebut memberikan dukungan kepada Nurdiansyah yakni DPC Demokrat Aceh Selatan, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Barat, Pidie, Gayo Lues, dan Simeulue.
Menurut sumber tersebut, sebelumnya terdapat 12 dukungan. Namun, tiga di antaranya disebut tidak lagi bertahan setelah adanya tekanan dan intervensi.
“Tadinya kami berangkat 12 orang, tetapi di tengah jalan ada pihak yang mengintervensi dan menekan tiga orang anggota DPRA yang juga sebagai ketua DPC, yaitu Romi Syahputra, H. Tantawi dan Edi Kamal. Akhirnya tinggal sembilan orang,” katanya.
Dengan hasil verifikasi tersebut, sumber internal Demokrat Aceh menilai Nurdiansyah telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti tahapan selanjutnya sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.
Mekanisme pemilihan nantinya tetap mengacu pada ketentuan internal Partai Demokrat. Musda disebut dapat menghasilkan maksimal tiga nama calon untuk selanjutnya ditentukan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Sementara itu, terkait kandidat lainnya, termasuk Sayuti Abubakar, sumber tersebut menyebut verifikasi faktual belum dilakukan di Aceh.
Sejumlah ketua DPC yang belum menjalani verifikasi disebut diarahkan mengikuti proses verifikasi di Jakarta.
Meski demikian, hasil verifikasi faktual tersebut hingga kini belum mendapat konfirmasi resmi dari DPD maupun DPP Partai Demokrat. Karena itu, jumlah dukungan masing-masing bakal calon masih perlu menunggu penetapan atau keterangan resmi dari pihak partai.
Musda DPD Partai Demokrat Aceh dijadwalkan berlangsung pada 19 Agustus 2026. Musda tersebut akan menjadi tahapan penting dalam menentukan figur yang akan memimpin Demokrat Aceh periode 2026-2031.[]



