Studi: Konsumsi 5 Telur per Minggu Berkaitan dengan Risiko Alzheimer Lebih Rendah

JAKARTA  – Telur selama ini dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya akan protein berkualitas tinggi, vitamin esensial, serta lemak sehat yang dibutuhkan tubuh. Selain bermanfaat bagi kesehatan fisik, konsumsi telur juga disebut berpotensi membantu menjaga fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Sebuah penelitian terbaru menemukan adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi telur secara rutin dan risiko penyakit Alzheimer yang lebih rendah pada kelompok orang dewasa lanjut usia. Lantas, seperti apa temuannya?

Rutin Makan Telur Dikaitkan dengan Risiko Alzheimer Lebih Rendah

Melansir Martha Stewart, Sabtu (8/8/2026), penelitian tersebut diterbitkan dalam Journal of Nutrition edisi April 2026 dengan judul “Egg Intake and the Incidence of Alzheimer’s Disease in the Adventist Health Study-2 Cohort Linked with Medicare Data”.

Penelitian itu melibatkan sekitar 40.000 peserta dari kelompok Adventist Health Study-2 yang dipantau selama rata-rata 15,3 tahun. Pada awal penelitian, seluruh peserta tidak memiliki riwayat penyakit Alzheimer maupun gangguan memori serius.

Selama masa pemantauan, catatan medis menunjukkan adanya ribuan peserta yang kemudian didiagnosis Alzheimer.

Konsumsi Telur dan Penurunan Risiko

Dalam analisisnya, peneliti menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi setidaknya satu butir telur per hari selama lima hari atau lebih dalam sepekan memiliki risiko terdiagnosis Alzheimer 27 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak pernah mengonsumsi telur.

Baca juga:  Wakil Bupati Aceh Besar Pimpin Pembersihan Irigasi di Gampong Piyeung Mon Ara

“Dibandingkan dengan tidak pernah makan telur, makan setidaknya lima butir telur per minggu dapat menurunkan risiko Alzheimer,” ujar profesor di Loma Linda University School of Public Health sekaligus peneliti utama, Joan Sabaté, MD, DrPH.

Manfaat tersebut tidak hanya terlihat pada peserta yang mengonsumsi telur hampir setiap hari. Konsumsi dalam jumlah lebih sedikit juga dikaitkan dengan risiko Alzheimer yang lebih rendah.

Peserta yang mengonsumsi telur satu hingga tiga kali dalam sebulan tercatat memiliki risiko 17 persen lebih rendah. Sementara itu, kelompok yang mengonsumsi telur dua hingga empat kali dalam sepekan memiliki risiko sekitar 20 persen lebih rendah.

Untuk memperoleh data tersebut, peneliti mengevaluasi berbagai sumber konsumsi telur, baik telur yang dikonsumsi secara langsung maupun yang terdapat dalam produk makanan lainnya.

Kategori tersebut mencakup telur yang diolah sendiri, seperti digoreng, direbus, atau dibuat telur orak-arik, serta telur yang terdapat dalam makanan seperti kue panggang dan berbagai produk makanan kemasan.

Rentang konsumsi yang dianalisis mulai dari tidak pernah mengonsumsi telur hingga lima kali atau lebih dalam sepekan.

Baca juga:  Jorge Martin Keluar sebagai Pemenang Sprint Race MotoGP Inggris 2026

Peserta Penelitian Didominasi Penganut Advent Hari Ketujuh

Penelitian ini juga perlu dilihat dalam konteks karakteristik peserta. Para partisipan merupakan penganut Advent Hari Ketujuh yang umumnya menerapkan pola makan berbasis nabati, dengan konsumsi biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah, dan sayuran.

Meski demikian, sebagian besar peserta tetap mengonsumsi telur dan produk olahan susu dalam pola makan mereka.

Telur Mengandung Nutrisi Penting untuk Otak

Sabaté menjelaskan, telur mengandung sejumlah nutrisi yang berperan penting bagi fungsi otak. Salah satunya adalah kolin, yang digunakan tubuh untuk memproduksi senyawa seperti asetilkolin dan fosfatidilkolin yang berperan dalam memori serta komunikasi antarsel otak.

Selain kolin, telur juga mengandung lutein dan zeaxanthin, yaitu senyawa karotenoid yang dikaitkan dengan fungsi kognitif dan perlindungan terhadap stres oksidatif.

Kuning telur juga mengandung asam lemak omega-3 serta fosfolipid. Berbagai nutrisi tersebut berperan dalam mendukung fungsi sistem saraf dan komunikasi antarsel.

Meski demikian, temuan penelitian tersebut menunjukkan hubungan antara konsumsi telur dan risiko Alzheimer yang lebih rendah, bukan membuktikan bahwa makan telur secara langsung dapat mencegah atau mengobati penyakit Alzheimer. []

Berita Populer

Berita Terkait