JAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) menonaktifkan Elda Putri Rahardini, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Penonaktifan itu dilakukan buntut komentar Elda di media sosial yang menyindir pasien BPJS, Yurizal Tri Chaerawan.
Juru bicara UGM I Made Andi Arsana mengatakan Elda dinonaktifkan dari kepesertaan PPDS FK-KMK UGM selama tiga bulan. Saat ini, proses investigasi terkait kasus tersebut masih berjalan.
“Keterangan dari Wakil Dekan FK-KMK, yang bersangkutan dinonaktifkan selama 3 bulan untuk menjalani proses dengan semestinya,” ujar Andi, dilansir detikJogja, Sabtu (8/8/2026).
“Betul (dinonaktifkan PPDS-nya). Kita akan lihat hasil prosesnya. Kami akan kabari lagi nanti ya,” sambungnya.
Diketahui, akun @erudarahaadini milik Elda Putri Rahardini viral usai komentarnya yang bernada menghina terhadap Yurizal. Komentar itu muncul setelah Yurizal mengeluhkan harus menunggu delapan jam untuk mendapat kamar rawat inap.
“PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? haven’t some brain cells,” tulis akun @erudarahaadini mengomentari utas @yurizaltrich. Jika diterjemahkan “PP nya sih kayak orang berada, padahal aslinya nggak. Malah kayak nggak punya otak.”[]


