Bantuan yang disalurkan meliputi alokasi buffer stock logistik bencana dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kemensos kepada masing-masing kabupaten/kota, Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), Program Sembako, serta Program Keluarga Harapan (PKH) triwulan I dan II.
Selain itu, Kemensos juga menyalurkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) berupa dukungan pemenuhan hidup layak, dukungan kewirausahaan, serta dukungan aksesibilitas melalui penyediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas.
Adapun total bantuan yang disalurkan di Kota Bandar Lampung mencapai Rp113.104.265.085, di Kabupaten Lampung Tengah sebesar sebesar Rp191.516.626.725, dan di Kabupaten Pesawaran sebesar Rp85.648.311.613. Secara keseluruhan, nilai bantuan sosial yang disalurkan di tiga daerah tersebut mencapai Rp390.269.203.423.
Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, Mas Kahono Agung Suhartoyo, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan keberfungsian sosial para penerima manfaat.
“Bantuan ini tak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan keberfungsian sosial penerima manfaat,” kata Agung saat mendampingi Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Wali Kota Bandar Lampung.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan, peningkatan kapasitas, kemandirian, dan keberfungsian sosial penerima manfaat, diantaranya dilakukan melalui berbagai program rehabilitasi sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan Kemensos.
“Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa melalui kolaborasi yang dibangun antara Kemensos, pemerintah daerah, dan Komisi VIII DPR RI, diharapkan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya sangat penting, agar berbagai program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Marwan.
Kemensos juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya agar program bantuan sosial dan rehabilitasi sosial dapat menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat yang berasal dari Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Darwin mengaku senang bisa mendapatkan bantuan dukungan aksesibilitas, karena bisa membantu aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah saya senang sekali dan terima kasih atas bantuan kursi roda yang saya terima, terima kasih kepada Menteri Sosial,” kata Darwin.[]


