BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Aceh periode 2025-2030 di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Muhammad Salim Fakhry resmi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Aceh. Bersama dirinya, turut dilantik Sabri Badruddin sebagai Sekretaris, Muhammad Rizky sebagai Bendahara, Khalid sebagai Ketua Harian, serta jajaran pengurus lainnya.
Usai pelantikan, Bahlil mengatakan agenda yang digelar DPD Partai Golkar Aceh merupakan bagian dari konsolidasi organisasi secara nasional. Rangkaian kegiatan itu meliputi pelantikan pengurus, rapat kerja daerah (Rakerda), hingga bimbingan teknis (Bimtek).
“Ini bagian dari program rutin dalam melakukan roadshow konsolidasi secara nasional. Hari ini saya bersyukur dapat melantik Bang Salim Fakhry sebagai Ketua DPD Golkar Aceh beserta seluruh pengurus,” kata Bahlil kepada wartawan.
Bahlil berharap kepengurusan yang baru mampu merangkul seluruh elemen Partai Golkar tanpa membedakan latar belakang maupun generasi. Menurut dia, kekuatan Golkar lahir dari keberagaman unsur masyarakat.
“Golkar sejatinya dilahirkan dari rakyat, dari petani, nelayan, guru, buruh, purnawirawan TNI-Polri, dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, seluruh kekuatan partai harus bersatu untuk bekerja demi mewujudkan cita-cita proklamasi, meningkatkan kesejahteraan bangsa, serta memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyampaikan dua agenda utama Partai Golkar ke depan. Pertama, meningkatkan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. Kedua, mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga akhir masa jabatan.
“Ke depan Partai Golkar hanya mempunyai dua agenda besar. Banyak agenda, tapi saya ingin mengatakan dua agenda besar. Yang pertama adalah agenda bagaimana menaikkan kursi. Dan yang kedua adalah bagaimana mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai selesai. Kapan selesainya? Tanya Pak Presiden Prabowo. Gitu, kapan selesainya tanya Pak Presiden Prabowo,” ucap Bahlil.
Ia menegaskan, konsolidasi organisasi menjadi instrumen utama untuk memperkuat partai sekaligus meningkatkan perolehan kursi di semua tingkatan parlemen.
“Nah, dalam konteks untuk menaikkan kursi, kami telah menetapkan bahwa konsolidasi adalah satu instrumen terpenting dalam rangka menuju penambahan kursi,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Muhammad Salim Fakhry, menegaskan komitmennya menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta seluruh kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Menurut Salim, kepengurusan yang baru disusun dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen serta melibatkan berbagai kalangan, mulai dari tokoh senior, generasi muda, mahasiswa, praktisi, hingga pengusaha.
“Kami tetap setia, patuh, dan taat terhadap AD/ART serta seluruh peraturan organisasi. Kepengurusan ini kami susun dengan semangat kebersamaan dan keterwakilan berbagai unsur masyarakat,” kata Salim yang juga menjabat sebagai Bupati Aceh Tenggara.
Salim menambahkan, Partai Golkar Aceh terbuka bagi berbagai tokoh yang ingin bergabung, termasuk para kepala daerah. Sesuai arahan DPP, pihaknya juga telah membentuk empat badan organisasi sebagai upaya memperkuat struktur partai di daerah.
Ia berharap kepengurusan baru mendapatkan bimbingan dari DPP agar mampu meningkatkan kekuatan politik Partai Golkar di Aceh pada pemilu mendatang.
Saat ini, kata Salim, Partai Golkar Aceh memiliki 88 anggota DPRK, sembilan anggota DPRA, dan tiga anggota DPR RI.
“Harapan kami, di bawah arahan Ketua Umum dan pengurus DPP, Partai Golkar Aceh semakin solid dan mampu meningkatkan capaian politik pada pemilu mendatang,” ujarnya.[]


