Kolaborasi Nyata, BBPOM Aceh Perkuat Perlindungan Masyarakat dan Daya Saing UMKM Sabang

SABANG – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pengawasan Obat dan Makanan yang efektif sekaligus mendukung pengembangan pelaku usaha lokal.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas sektor bersama Pemerintah Kota Sabang yang berlangsung pada Rabu (2/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Pemerintah Kota Sabang ini dihadiri oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto beserta jajaran dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Sabang, Andri Nourman, yang mewakili Wali Kota Sabang, bersama para kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam pembinaan dan pengawasan Obat dan Makanan, sehingga masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Dalam arahannya, Andri Nourman menyampaikan apresiasi atas komitmen BBPOM Aceh dalam mendukung perlindungan masyarakat melalui pengawasan Obat dan Makanan.

Menurutnya, keberhasilan pengawasan tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh perangkat daerah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing.

“Pemerintah Kota Sabang mendukung penuh upaya pengawasan Obat dan Makanan yang dilakukan BBPOM Aceh. Sinergi lintas sektor sangat penting agar perlindungan masyarakat dapat berjalan secara optimal sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang menghasilkan produk berkualitas,” ujar Andri Nourman.

Baca juga:  Kinerja APBN Semester I 2026 Tetap Sehat, Defisit Terkendali 2,85 Persen PDB

Pada pertemuan tersebut dibahas berbagai isu strategis, di antaranya pendampingan bagi UMKM yang belum memiliki perizinan, peningkatan sosialisasi proses registrasi dan perizinan BPOM, dukungan bagi UMKM yang berorientasi ekspor, rencana kolaborasi layanan BPOM di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Sabang, serta penguatan koordinasi pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mewujudkan pengawasan Obat dan Makanan yang efektif sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

“Pengawasan Obat dan Makanan tidak dapat dilakukan oleh BPOM sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan bermanfaat.

Di sisi lain, kami juga berkomitmen mendampingi pelaku UMKM untuk memenuhi persyaratan perizinan sehingga produknya memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Riyanto.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengembangan UMKM, pada kesempatan tersebut Kepala BBPOM Aceh didampingi Sekretaris Daerah Kota Sabang menyerahkan Sertifikat Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB) kepada dua UMKM produk cokelat di Kota Sabang.

Baca juga:  Wamenkomdigi: Compute Cluster Jadi Kunci Daya Saing AI Indonesia

Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa sarana produksi telah memenuhi persyaratan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), sehingga mampu menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berkualitas.

Penyerahan sertifikat ini juga menjadi wujud komitmen BBPOM Aceh dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha, mulai dari pembinaan, pemenuhan persyaratan teknis, hingga memperoleh perizinan.

Diharapkan semakin banyak UMKM di Kota Sabang yang mampu menghasilkan produk berkualitas, memenuhi standar keamanan pangan, serta memiliki daya saing untuk memasuki pasar nasional maupun internasional.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor ini, BBPOM Aceh dan Pemerintah Kota Sabang berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas pengawasan Obat dan Makanan sekaligus memperkuat pembinaan kepada pelaku usaha.

Sinergi yang terjalin diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang sehat, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat melalui ketersediaan Obat dan Makanan yang aman, bermutu, dan memenuhi ketentuan. []

Berita Populer

Berita Terkait