JAKARTA – Mahasiswi Telkom University, Nadira Az-Zahra (21), dilaporkan hilang sejak 30 Juni 2026 dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Pihak Telkom University mengonfirmasi kabar tersebut melalui surat edaran yang diterbitkan pada Sabtu (4/7/2026). Dalam pernyataannya, kampus membenarkan bahwa Nadira merupakan mahasiswi aktif yang belum diketahui keberadaannya sejak Selasa (30/6/2026).
“Yang bersangkutan betul merupakan mahasiswa Telkom University dan belum diketahui keberadaannya sejak Selasa, 30 Juni 2026,” tulis akun Instagram resmi Layanan Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Terapan Telkom University, @kemahasiswaanfit, dikutip Minggu (5/7/2026).
Pihak kampus menyatakan telah berkoordinasi dengan keluarga serta pihak terkait untuk mendukung proses pencarian dan memastikan penanganan kasus dilakukan secara optimal.

Telkom University juga mengimbau seluruh mahasiswa, pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta organisasi kemahasiswaan (Ormawa) di tingkat fakultas maupun universitas agar segera melapor apabila memiliki informasi mengenai keberadaan Nadira.
“Kami mengimbau kepada seluruh mahasiswa, pengurus UKM, dan ORMAWA baik di tingkat fakultas maupun universitas, apabila mengetahui informasi mengenai keberadaan Nadira Az-Zahra atau memiliki informasi yang dapat membantu proses pencarian, agar segera menghubungi Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni melalui nomor 0812-1424-2600 atau pihak berwenang setempat,” tulis pihak kampus.
Selain itu, sivitas akademika Telkom University diminta turut membantu menyebarluaskan informasi pencarian secara bijak dengan tetap menghormati privasi keluarga serta tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Nadira, mahasiswi Program Studi D4 Sistem Informasi Kota Cerdas, telah ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung. Namun, informasi tersebut dibantah oleh pihak keluarga.
Paman Nadira, Budi, menegaskan kabar itu tidak benar. Menurutnya, informasi tersebut berasal dari hasil penerawangan seseorang dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya sudah menelusuri sampai ke Majalaya, enggak ada apa-apa di sana,” kata Budi.
Budi menjelaskan, pada hari Nadira dinyatakan hilang, keponakannya berangkat ke kampus menggunakan ojek online. Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga, titik terakhir keberadaan Nadira berada di sekitar kawasan kampus Telkom University.
Keluarga kini menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar kampus untuk mengetahui arah pergerakan Nadira setelah tiba di lokasi.
“Karena titik terakhir ada kontak itu di sekitar Tel-U, lalu kami coba sisir CCTV, pergi ke mana dan dengan siapa. Mudah-mudahan ada petunjuk dari CCTV itu,” ujarnya.
Laporan orang hilang telah dibuat ke Polrestabes Bandung pada 1 Juli 2026. Polisi juga telah mendatangi kediaman orang tua Nadira untuk mengumpulkan keterangan dan melakukan penyelidikan.
Selain itu, keluarga berencana meminta bantuan penyedia layanan telekomunikasi guna menelusuri riwayat komunikasi terakhir Nadira sebagai bagian dari upaya pencarian. []



