Studi Ungkap Duduk Lebih dari 30 Menit Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker

JAKARTA – Kebiasaan duduk terlalu lama, baik saat bekerja di depan meja maupun bersantai di rumah, kerap dianggap sepele. Padahal, sebuah riset medis terbaru menunjukkan bahwa duduk selama lebih dari 30 menit tanpa jeda dapat meningkatkan risiko kematian akibat kanker.

“Kabar baiknya, memecah waktu duduk dengan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki singkat dapat memberikan efek perlindungan,” ujar penulis utama studi dari University of Glasgow, Skotlandia, Dr. Frederick Ho, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, menyelingi waktu duduk dengan aktivitas fisik ringan, meski hanya berjalan di sekitar kantor, terbukti bermanfaat untuk menjaga kesehatan.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Medicine itu menyoroti dampak buruk gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik. Selama ini, kebiasaan duduk dan berbaring terlalu lama telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular serta berbagai jenis kanker. Namun, para peneliti menilai masih banyak orang yang belum memahami dampak akumulasi waktu duduk secara terus-menerus terhadap harapan hidup.

Baca juga:  Satpol PP dan WH Aceh Besar Tertibkan PKL di Pasar Ketapang

Untuk memperoleh kesimpulan tersebut, tim peneliti menganalisis data dari perangkat pelacak kebugaran yang digunakan lebih dari 91.000 peserta UK Biobank. Seluruh partisipan dipantau kondisi kesehatan dan pola aktivitas fisiknya selama rata-rata 12 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak bergerak selama lebih dari 30 menit berturut-turut berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian akibat kanker. Bahkan, setiap tambahan satu jam waktu duduk tanpa aktivitas diperkirakan meningkatkan risiko kematian akibat kanker hingga 10 persen.

Meski demikian, risiko tersebut dapat dikurangi dengan meningkatkan aktivitas fisik. Peneliti menemukan bahwa mengganti waktu duduk dengan aktivitas ringan mampu memberikan manfaat yang signifikan.

Aktivitas sederhana, seperti menyapu rumah atau berjalan kaki saat jam makan siang, terbukti dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker hingga 12 persen jika dilakukan sebagai pengganti satu jam waktu duduk. Sementara itu, bagi mereka yang memiliki kondisi fisik lebih baik, aktivitas berintensitas sedang seperti bersepeda atau jogging ringan juga memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.

Baca juga:  Gempa Kembar Venezuela, Gubernur Mualem Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rutin melakukan aktivitas fisik ringan selama 30 menit setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko kematian akibat kanker sebesar 8 persen.

“Panduan kesehatan saat ini memang lebih banyak menekankan olahraga dengan intensitas sedang hingga berat. Namun, temuan kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan juga tidak boleh diabaikan,” kata Ho.

Bahkan, mengganti hanya lima menit waktu duduk dengan aktivitas fisik berintensitas tinggi disebut mampu menurunkan risiko tersebut hingga 22 persen.

Meski memberikan temuan yang menjanjikan, tim peneliti mengakui studi ini masih memiliki keterbatasan. Penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Karena itu, diperlukan uji klinis lanjutan untuk memastikan efektivitas strategi tersebut.

“Ke depan, uji klinis akan membantu kami menyusun rekomendasi yang lebih personal mengenai cara terbaik menyelingi waktu duduk, bukan sekadar memberikan saran umum,” ujar Ho.[]

Berita Populer

Berita Terkait