Demi Pemakaman Ali Khamenei, Warga Iran Bertahan Antre Selama 10 Jam

JAKARTA – Ribuan warga Iran rela mengantre hingga 10 jam untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (4/7/2026). Di tengah penjagaan ketat aparat dan suhu udara yang menyengat, para pelayat sabar menunggu berjam-jam di luar kompleks Grand Mosalla, Teheran, tempat jenazah Khamenei disemayamkan hingga Senin (6/7/2026).

Meski gerbang kompleks baru dibuka untuk umum pada Sabtu pukul 06.00 waktu setempat (09.30 WIB), ratusan warga telah memadati kawasan tersebut sejak Jumat (3/7/2026) malam.

Salah seorang pelayat, Somayye Hamedi (44), seorang guru, mengaku telah berdiri di depan pintu masuk utama Grand Mosalla sejak malam sebelumnya. Ia berharap menjadi salah satu orang pertama yang dapat memberikan penghormatan langsung di hadapan peti jenazah pemimpinnya.

“Kami diberi tahu bahwa pintu mungkin akan dibuka paling cepat malam ini. Kami ingin mengucapkan perpisahan terakhir kepada pemimpin kami. Karena itu, menunggu seperti ini tidak menyakitkan atau sulit bagi kami,” ujar Hamedi kepada AFP.

Hal senada disampaikan Mahdi Shokri (21), seorang mahasiswa yang menganggap wafatnya Khamenei sebagai kehilangan besar bagi sejarah kontemporer Iran. Menurutnya, waktu tunggu yang panjang bukanlah persoalan.

“Sepuluh atau 12 jam mengantre bukanlah apa-apa,” katanya.

Baca juga:  Jenazah Ali Khamenei Baru Dimakamkan 4 Bulan Setelah Wafat, Ini Penyebabnya

Suasana di luar kompleks, yang juga dikenal sebagai Imam Khomeini Mosalla, dipenuhi nuansa haru. Ratusan orang duduk dengan sabar di trotoar, sementara sebagian lainnya tak kuasa menahan tangis. Dari pengeras suara terdengar lantunan puisi, pidato penghormatan, serta nyanyian keagamaan yang mengiringi prosesi duka.

Dinding-dinding Grand Mosalla dipenuhi potret besar Ali Khamenei, bendera hitam sebagai simbol duka cita, serta bendera merah yang melambangkan kemartiran dan pembalasan.

 Para pelayat berkumpul di sekitar peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menjelang pemakamannya di Imam Khomeini Husseiniyeh atau Grand Mosalla di Teheran, 3 Juli 2026.(WEBSITE PEMIMPIN TERTINGGI IRAN via AFP)
Para pelayat berkumpul di sekitar peti mati mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, menjelang pemakamannya di Imam Khomeini Husseiniyeh atau Grand Mosalla di Teheran, 3 Juli 2026.(WEBSITE PEMIMPIN TERTINGGI IRAN via AFP)

Pengamanan Superketat

Pengamanan di sekitar lokasi pemakaman dilakukan secara besar-besaran. Kawasan tersebut menyerupai kamp yang dibentengi, dengan polisi antihuru-hara bersiaga penuh dan barikade dipasang di berbagai titik.

Personel keamanan bersenjata ditempatkan dalam status siaga tinggi. Setiap orang yang hendak memasuki kawasan harus menjalani pemeriksaan ketat, sementara kendaraan dilarang melintas dalam radius lebih dari satu kilometer dari lokasi.

Seluruh akses jalan menuju kompleks bahkan ditutup beberapa jam lebih awal pada malam hari, sehingga mengejutkan sebagian pengendara.

Selain pengamanan, cuaca panas juga menjadi tantangan bagi para pelayat. Suhu udara di Teheran pada Sabtu diperkirakan mencapai lebih dari 35 derajat Celsius.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Fatemeh Nowdehi (25), seorang mahasiswi asal Iran utara, bergabung sebagai relawan guna membantu para pelayat.

Baca juga:  Rampungkan Streamlining 31 Entitas, Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Tata Kelola

“Datang ke sini adalah hal terakhir dan satu-satunya yang dapat saya lakukan untuk Khamenei,” ujarnya.

Ia mengatakan tim relawan telah bersiaga untuk membantu pelayat yang mengalami gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

“Jika mereka mengalami serangan panas atau masalah lainnya, kami akan membantu mereka dengan air minum atau makanan,” katanya.

Dalam beberapa hari terakhir, televisi pemerintah Iran juga terus menyiarkan imbauan kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari cuaca panas dan menghindari desak-desakan.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan setelah tragedi pada 2020 yang menewaskan lebih dari 50 orang akibat berdesakan saat prosesi pemakaman Jenderal Qasem Soleimani, peristiwa yang menjadi salah satu pemakaman terbesar dalam sejarah Iran modern.

Sebagai bagian dari persiapan teknis, truk-truk tangki air disiagakan di sepanjang rute dari Grand Mosalla menuju Alun-Alun Azadi untuk menyemprotkan air ke arah kerumunan guna menurunkan suhu di lokasi.

Sesuai jadwal, prosesi pemakaman Ali Khamenei akan berlangsung hingga 6 Juli. Setelah disemayamkan di Grand Mosalla, jenazah akan diarak melintasi jalan-jalan utama Teheran sebelum diberangkatkan ke kota suci Qom untuk dimakamkan pada hari berikutnya. []

Berita Populer

Berita Terkait